Radarbuleleng.jawapos.com- Kabupaten Buleleng akan mendapat bantuan sistem cerdas untuk mendeteksi dini tsunami.
Dukungan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI melalui Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Setidaknya ini menjadi upaya strategis, dalam mengurangi resiko bencana.
Kini untuk menjadikan sistem tersebut, UKSW kini tengah melakukan persiapan survei pendidikan kebencanaan.
Riset ini pun dalam rangka pengurangan resiko bencana di Indonesia. Buleleng menjadi satu dari lima wilayah yang diteliti.
Prof. Sri Yulianto Joko Prasetyo selaku Guru Besar dan dosen Fakultas Teknologi Informasi UKSW mengatakan, Buleleng memiliki resiko bencana yang tidak kalah dengan megathrust.
Yakni gempa luar biasa di Kecamatan Seririt pada 1976. Tentu potensi bencana itu bisa saja terulang di kemudian hari.
Maka dari itu, pihaknya memilih Buleleng dalam pelaksanaan riset awal, untuk mendeteksi tsunami menggunakan sistem cerdas deteksi zona terbangun rentan tsunami megathrust, berbasis penginderaan jauh atau GeoAI Hybrid.
”Dari riset ini, akan menghasilkan aplikasi berbasis web yang dapat diakses seluruh masyarakat. Launching rencana September atau Oktober 2025 di Surabaya. Tapi bisa berubah, tergantung keputusan Pemkab Buleleng,” ujarnya pada Minggu (27/7).
Dalam prosesnya, UKSW mendampingi Pemkab Buleleng untuk menyusun dokumen dan pengembangan perencanaan pengurangan risiko bencana.
Dengan dokumen itu juga, dapat dibangun jaringan dengan wilayah lain di Bali, dengan penerapan GeoAI Hybrid.
Kerjasama ini disebut bersifat komprehensif. Pemkab Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sudah melakukan pengukuran dari titik nol pantai sampai jarak dua kilometer, yang merupakan titik resiko paling aman. Pengukuran itu termasuk jarak jangkauan dari dampak tsunami ke daratan.
”Target kami bukan hanya sekedar dokumen saja, melainkan sebuah aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat dan bisa diakses untuk umum. Agar masyarakat mengetahui wilayah mana yang rawan bencana rendah, sedang, hingga tinggi,” pinta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Rony Ariyana.***
Editor : Donny Tabelak