SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Upaya membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan terbebas dari bahaya narkoba terus dilakukan berbagai pihak.
Salah satunya melalui sosialisasi bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Wujudkan Generasi Muda Bebas Narkoba” yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Buleleng.
Sosialisasi itu digelar pada Selasa (29/7/2025), dengan menyasar para siswa di SMKN 1 Sukasada.
Acara tersebut dibuka Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono.
Turut hadir Kepala Sekolah SMKN 1 Sukasada, Putu Sumandi Yasa, Kepala Bidang Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan, Ketut Suseni Indrawati, dan Ketua FPK Buleleng Ketut Drestika.
Baca Juga: Lahirnya Pancasila dan Sejarah Para Pendiri Bangsa dalam Konsep Ketatanegaraan
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Sukasada, Putu Sumandi Yasa mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi tersebut.
Ia berharap para siswa mampu menyerap materi dengan baik dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadilah pribadi yang Pancasilais, berkarakter, dan tentunya bebas dari narkoba. Mari kita ciptakan generasi muda yang tangguh dan siap menjadi agen perubahan positif bagi bangsa,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Buleleng, Kappa Tri Aryandono menjelaskan, kini tantangan kebangsaan yang dihadapi semakin kompleks.
Salah satunya adalah lunturnya nilai kebangsaan di kalangan generasi muda akibat arus globalisasi. Ditambah lagi ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba bukan hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga menggerus moralitas dan semangat kebangsaan. Karena itu, karakter yang kuat berlandaskan Pancasila menjadi benteng utama bagi generasi muda,” tegasnya.
Ketua FPK Kabupaten Buleleng, Ketut Drestika mengatakan, FPK merupakan wadah komunikasi dan kerja sama lintas elemen masyarakat untuk memperkuat integrasi bangsa.
Drestika menekankan pentingnya pembauran antar suku, ras, dan etnis dalam semangat kebhinekaan.
“Forum ini hadir untuk memupuk persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Anggota FPK, Dewa Nyoman Semarang, dalam sesi pemaparan materi menjelaskan bahwa pembauran kebangsaan bukan berarti menghapus identitas suku atau etnis, melainkan menyatukan perbedaan dalam kerangka NKRI.
Ia juga menyoroti tiga faktor utama penyebab penyalahgunaan narkoba, yaitu faktor individu, lingkungan sosial-budaya, dan ketersediaan akses.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut.
“Setiap sila Pancasila punya kekuatan dalam membentuk pribadi yang tangguh dan sadar akan bahaya narkoba. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial adalah fondasi untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, FPK Buleleng berharap para pelajar mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta menjauhi narkoba. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya