SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng kembali menemukan praktik tak jujur dalam penjualan beras eceran.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), pada Jumat (1/8/2025), petugas menemukan dua kemasan beras 5 kilogram yang ternyata beratnya tidak sesuai label. Selisih berat mencapai 50 hingga 70 gram per kemasan.
Pemerintah pun langsung melayangkan teguran keras kepada pengecer, disertai instruksi untuk membongkar seluruh kemasan yang mencurigakan dan mengisi ulang hingga berat sesuai ketentuan.
“Kami temukan dua kemasan yang kurang timbangannya. Sisanya memang sesuai. Tapi ini tetap tidak bisa dibenarkan. Alasan mereka karena proses pengepakan ulang dilakukan banyak karyawan, tapi tetap saja merugikan konsumen,” tegas Kepala DKPP Buleleng, I Gede Putra Aryana.
Putra Aryana menyebut, temuan tersebut merupakan kasus kedua. Sebelumnya Satgas Pangan Polres Buleleng juga menemukan hal serupa.
Ia memastikan, tim Satgas Pangan akan terus melakukan sidak rutin setiap minggu dengan menyasar berbagai titik distribusi dan pengecer bahan pokok.
“Kalau sudah diberi pembinaan dan masih ditemukan pelanggaran serupa, maka ada sanksi. Paling berat pencabutan izin usaha,” ujarnya.
Menurutnya, dalih ketidaksengajaan tidak bisa dijadikan pembenaran. Pengecer tetap bertanggung jawab memastikan setiap kemasan sesuai dengan berat yang tercantum.
Selain menyasar pengecer, DKPP juga melakukan pengecekan ke Gudang Bulog Buleleng. Hasilnya, distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sementara dihentikan karena stok diduga tidak layak edar.
Putra Aryana menjelaskan bahwa Bulog saat ini sedang melakukan proses pemulihan kualitas beras dengan metode fumigasi, yang memakan waktu hingga 14 hari.
“Distribusi kami hentikan dulu agar beras yang keluar ke masyarakat benar-benar layak konsumsi. Bulog juga tidak mau ambil resiko melepas beras dalam kondisi tidak layak,” jelasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya