Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perkuat Mitigasi Bencana, BPBD Buleleng Pasang Alat Deteksi Gempa dan Sirine Tsunami di Pesisir

Eka Prasetya • Rabu, 6 Agustus 2025 | 01:43 WIB
DETEKSI DINI: Alat Warning Receiver System (WRS) dan sirine tsunami portable Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS) di Kantor BPBD Buleleng.
DETEKSI DINI: Alat Warning Receiver System (WRS) dan sirine tsunami portable Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS) di Kantor BPBD Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng kembali memasang sejumlah alat deteksi gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir. 

Sebanyak dua jenis alat yang dipasang adalah Warning Receiver System (WRS) dan sirine tsunami portable Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS).

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, WRS sudah aktif terpasang di Kantor BPBD Buleleng. 

Alat milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu berfungsi menerima informasi secara real-time terkait gempa bumi di seluruh Indonesia, termasuk lokasi, kekuatan, dan waktu kejadian.

“Informasi dari WRS langsung kami terima dari server BMKG dan menjadi dasar pengambilan keputusan, khususnya untuk peringatan dini tsunami,” jelas Ariadi.

Saat ini, satu unit sistem WRS juga telah terintegrasi dengan sirine tsunami yang dipasang di Lapangan Seririt, Kelurahan Seririt. 

Jika terjadi gempa berpotensi tsunami, informasi dari BMKG akan diteruskan ke Pusdalops BPBD Provinsi Bali. 

Cukup dengan satu tombol, sirine di Seririt bisa dibunyikan secara otomatis untuk peringatan warga.

“WRS ini sangat vital, khususnya untuk kawasan yang memiliki sejarah gempa dan tsunami seperti Seririt,” tegas Ariadi.

Lebih lanjut, BPBD Buleleng juga merencanakan pemasangan enam unit sirine BTEWS portabel di enam desa pesisir rawan tsunami. 

Desa-desa itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Desa Banjar (Kecamatan Banjar), Desa Patas (Gerokgak), serta Desa Tangguwisia, Banjarasem, Lokapaksa, dan Kalisada (Kecamatan Seririt).

BPBD Buleleng sengaja memprioritaskan Kecamatan Seririt, karena wilayah ini pernah diguncang gempa besar pada tahun 1976 silam. Peristiwa itu merenggut ratusan nyawa, dan ribuan lain mengalami luka-luka.

Selain itu, UNESCO juga telah memberikan pengakuan kepada komunitas Tsunami Ready di Seririt. Sehingga kesiapsiagaan maupun mitigasi bencana dinyatakan dalam kondisi layak.

"Komunitas ini sudah dibekali pelatihan oleh BMKG, lengkap dengan peta rawan bencana, rambu evakuasi, serta titik kumpul yang jelas," tambah Ariadi.

Sirine BTEWS portabel yang akan dipasang dilengkapi teknologi mutakhir. Selain bisa dioperasikan melalui jaringan GSM, alat ini juga dilengkapi baterai cadangan dan fitur pengiriman pesan peringatan.

Sebagai langkah lanjutan, BPBD Buleleng akan terus menggencarkan edukasi, simulasi kebencanaan, hingga membentuk kader siaga bencana di desa-desa rawan.

“Tujuannya, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada alat, tapi juga memiliki kesiapan mental dan tindakan saat bencana terjadi,” demikian Ariadi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gempa #bumi #tsunami #bmkg #sejarah #bpbd #seririt #buleleng #gempa bumi #deteksi #sirine