SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya pemerintah mencari tahu identitas turis yang melakukan aksi sirkus berbahaya di kawasan Air Terjun Sekumpul, Kabupaten Buleleng, Bali, tidak membuahkan hasil.
Pemerintah kesulitan mendapatkan identitas kelompok turis tersebut, karena tidak pernah terdata di penginapan.
Aksi sirkus kelompok turis itu berlangsung pada Senin (4/8/2025) pagi. Mereka membentangkan tali di areal perbukitan untuk melakukan aksi tightrope.
Menyusul aksi tersebut, tim gabungan dari Dinas Pariwisata Buleleng, Polisi Pamong Praja Buleleng, dan Kantor Imigrasi Singaraja telah mendatangi objek wisata Air Terjun Sekumpul.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, ada 12 orang turis yang hendak melakukan aksi tightrope itu.
Mereka menginap di salah satu homestay yang ada di Desa Sekumpul. Sayangnya pengelola homestay tidak pernah mendokumentasikan paspor turis-turis tersebut.
“Pengelola homestay tidak mendokumentasikan paspor sesuai dengan standar pengawasan orang asing. Sehingga kami belum mendapatkan identitas turis tersebut,” ujar Dody.
Baca Juga: Aksi Sirkus Turis di Sekumpul: WNA Sempat Kecoh Pengelola Objek Wisata
Menurutnya, Kantor Imigrasi Singaraja langsung memberikan teguran kepada pengelola homestay untuk membenahi sistem pengawasan mereka.
“Sudah ada aplikasi Pengawasan Orang Asing (POA). Cukup scan dan upload paspor setiap tamu yang menginap, untuk memudahkan pengawasan,” kata Dody.
Lebih lanjut Dody mengatakan, turis-turis tersebut sempat mengecoh pengelola homestay, pengelola objek wisata, maupun pemerintah desa.
Mereka membawa berbagai peralatan dan berdalih akan melakukan canyoning di kawasan air terjun. Atraksi canyoning sudah pernah dilakukan di Air Terjun Gitgit.
“Mereka sempat menunjukkan lisensi, sehingga dari desa dan pengelola juga tidak curiga. Tahu-tahunya pagi sudah ada tali yang terbentang di atas air terjun,” ungkap Dody.
Belakangan aksi sirkus tightrope itu kepergok Bhabinkamtibmas Desa Sekumpul. Sehingga polisi langsung menghentikan atraksi berbahaya tersebut.
“Mereka rombongan 12 orang. Ada dua orang yang menyeberang, yang viral itu orang kedua,” ungkap Dody.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang turis melakukan aksi berbahaya di Air Terjun Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Turis itu melakukan aksi tightrope.
Turis itu menyeberangi tali yang membentang di antara perbukitan. Wisatawan itu juga mengenakan tali keselamatan. Terlihat jelas momen-momen saat turis tersebut terjatuh dari tali.
Sejumlah netizen mempertanyakan mengapa wisatawan itu mendapat izin melakukan aksi berbahaya tersebut. Sebab, bila wisatawan itu celaka dapat mencoreng citra pariwisata Bali, dan Buleleng pada khususnya.
Tidak diketahui pasti siapa yang melakukan aksi tersebut. Namun pemilik akun instagram @fergbaker mengaku bertanggungjawab atas aksi tersebut.
“Thats me! Thank you to the beautiful people that own this land. We are very grateful to share and connect,” tulis akun instagram @fergbarker yang menanggapi sejumlah postingan terkait aksi tightrope itu.
Jika diterjemahkan, tulisan itu berarti “Itu saya! Terima kasih kepada orang-orang baik di pulau ini. Kami sangat bersyukur untuk terhubung dan berbagi.” (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya