Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Catat! Enam Desa di Buleleng Akan Dipasang Alat Peringatan Dini Tsunami

Francelino Junior • Kamis, 7 Agustus 2025 | 17:09 WIB

 

Potret BTEWS yang telah terpasang permanen di Buleleng. Terpisah, Kalaksa BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
Potret BTEWS yang telah terpasang permanen di Buleleng. Terpisah, Kalaksa BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

Radarbuleleng.awapos.com- Enam desa di wilayah Kabupaten Buleleng akan dipasang Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS).

Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, melalui pemanfaatan teknologi. 

BTEWS merupakan sistem peringatan dini tsunami berbasis radio digital didukung GSM.

Alat yang dipasang ini modelnya bersifat portabel. Sedangkan yang sifatnya permanen telah dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali yang berbentuk menara, salah satunya di wilayah Kecamatan Seririt.

Adapun desa yang akan dipasang perangkat sirine ini adalah Desa Banjar di Kecamatan Banjar; Desa Tangguwisia, Lokapaksa, Banjarasem, dan Kalisada di Kecamatan Seririt; serta Desa Patas di Kecamatan Gerokgak.

”Wilayah Seririt menjadi prioritas, karena berdasarkan catatan sejarah, pernah terjadi gempa besar pada tahun 1976 yang menelan banyak korban,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi pada Rabu (6/8).

Alasan lainnya, telah terbentuk komunitas Tsunami Ready di Seririt, bahkan telah diakui UNESCO.

Ini menjadi bukti kesiapan masyarakat, dalam menghadapi bencana yang datang tiba-tiba.

Sehingga komunitas ini mendapatkan pelatihan dan edukasi dari BMKG, termasuk pemasangan rambu evakuasi, peta rawan bencana, dan penunjukan titik kumpul. 

Pemasangan sirine BTEWS portabel menjadi penguat kesiapsiagaan, karena dapat dioperasikan dengan jaringan GSM dan dilengkapi baterai cadangan, serta pesan peringatan.

Tidak hanya alat, nantinya akan dilakukan peningkatan edukasi dan latihan rutin bagi masyarakat, agar tidak terjadi kepanikan saat bencana datang. 

”Kepanikan justru yang sering memicu jatuhnya korban. Karena itu, kami terus mendorong edukasi, simulasi, dan pembentukan kader siaga di masyarakat,” lanjut Kalaksa Ariadi.

Adanya alat-alat dengan teknologi modern, diharapkan memberikan deteksi dini yang lebih akurat, utamanya saat gempa dan tsunami.

Sehingga dengan lebih cepatnya informasi kebencanaan tersampaikan, maka meminimalisir dampak yang ditimbulkan.***

Editor : Donny Tabelak
#teknologi #tsunami #bmkg #bpbd buleleng #bencana