SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aksi sirkus tightrope walking yang dilakukan sekelompok turis di kawasan Air Terjun Sekumpul, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Senin (4/8/2025) lalu, panen kecaman.
Kecaman muncul bukan tanpa alasan. Sebab kawasan tersebut merupakan wilayah yang disakralkan oleh masyarakat adat setempat.
Banyak pihak yang mempertanyakan, mengapa turis-turis itu bisa leluasa membentangkan tali di dekat air terjun.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menyatakan, aksi sirkus itu tidak berizin.
Turis-turis itu mengecoh pengelola objek wisata dan pemerintah desa. Konon para turis itu mengklaim akan melakukan aksi canyoning, seperti yang dilakukan di kawasan Air Terjun Gitgit.
“Dikira mau canyoning. Kalau canyoning kan sudah biasa, di air terjun lain juga ada. Mereka juga sempat menunjukkan lisensi, sehingga tidak terlalu curiga,” kata Dody.
Baca Juga: Aksi Sirkus Turis di Sekumpul: WNA Sempat Kecoh Pengelola Objek Wisata
Tapi keesokan paginya, turis-turis itu justru melakukan aksi berbahaya. Beruntung aksi itu diketahui Bhabinkamtibmas Desa Sekumpul, sehingga aksi itu langsung dihentikan.
Dody menyatakan, pihaknya tidak mungkin menyediakan paket wisata berupa atraksi semacam tightrope walking di kawasan Air Terjun Sekumpul.
Alasannya, bukan saja soal bahaya. Aksi itu juga tidak pantas dilakukan di kawasan Air Terjun Sekumpul.
“Kawasan itu tergolong sakral, ada pura dan tempat disucikan di bawahnya. Jadi tidak pantas ada aktivitas seperti itu,” ujarnya.
Lebih lanjut Dody mengatakan, pihaknya telah memberikan pembinaan kepada pengelola objek wisata Air Terjun Sekumpul dan pemerintah desa. Sehingga aksi serupa tidak terulang lagi.
“Kami tegas tidak mengizinkan aksi-aksi seperti itu di objek wisata yang berbahaya seperti itu,” tegas Dody.
Meski begitu, ia tak memungkiri ada dampak positif yang timbul dari atraksi ekstrem semacam itu.
“Orang-orang jadi penasaran, ingin berkunjung ke Air Terjun Sekumpul. Tapi ya bukan untuk melakukan aksi ekstrem,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok turis melakukan aksi berbahaya tightrope walking di Air Terjun Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Turis-turis tersebut menyeberangi tali yang membentang di antara perbukitan. Dalam rekaman video terlihat jelas momen-momen saat salah seorang turis terjatuh dari tali.
Sejumlah netizen mempertanyakan mengapa wisatawan itu mendapat izin melakukan aksi berbahaya tersebut. Sebab, bila wisatawan itu celaka dapat mencoreng citra pariwisata Bali, dan Buleleng pada khususnya.
Hingga kini pemerintah belum menemukan identitas turis yang melakukan aksi berbahaya tersebut. Namun pemilik akun instagram @fergbaker mengaku bertanggungjawab atas aksi tersebut.
“Thats me! Thank you to the beautiful people that own this land. We are very grateful to share and connect,” tulis akun instagram @fergbarker yang menanggapi sejumlah postingan terkait aksi tightrope itu.
Jika diterjemahkan, tulisan itu berarti “Itu saya! Terima kasih kepada orang-orang baik di pulau ini. Kami sangat bersyukur untuk terhubung dan berbagi.” (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya