SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Regu gerak jalan putra dan putri SMAN Bali Mandara sukses mengawinkan Juara I dalam lomba gerak jalan dewasa di Kabupaten Buleleng, Bali.
Regu gerak jalan putri berhasil keluar sebagai juara dalam kategori 17 kilometer, yang dihelat pada Rabu (6/8/2025).
Sementara regu putra berjaya pada kategori 45 kilometer yang berlangsung pada Sabtu (9/8/2025) hingga Minggu (10/8/2025).
Tim putra SMAN Bali Mandara mengungguli belasan regu lain. Termasuk menyingkirkan SMKN Bali Mandara, sekolah tetangga yang juga juara bertahan kategori putra tahun lalu.
Sementara tim putri berhasil mempertahankan gelar juara yang telah mereka raih pada tahun 2024 lalu.
Baca Juga: Bali Mandara Kuasai Lomba Gerak Jalan 45 KM di Buleleng. Hanya 14 Regu Berhasil Sentuh Garis Finish
Kepala SMAN Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, menyebut kemenangan ini menjadi kado istimewa di bulan kemerdekaan.
Ia mengklaim para siswa hanya melakukan persiapan selama dua minggu. Meski persiapan relatif singkat, anak didiknya mampu tampil maksimal.
“Kami langsung bentuk panitia dan seleksi peserta. Latihan dimaksimalkan setiap hari selama dua minggu,” ungkap Narawati, Senin (11/8/2025).
Menariknya, latihan hanya dibimbing oleh dua guru olahraga tanpa melibatkan pelatih dari luar.
Para siswa sudah memiliki bekal dasar kemampuan fisik dan disiplin. Karena mereka rutin melakukan program kesamaptaan yang bekerja sama dengan Polres Buleleng.
“Kami punya program one student one medal. Setiap siswa wajib menyumbangkan prestasi selama bersekolah di sini. Di akhir semester, mereka yang berprestasi akan tampil di panggung. Itu jadi motivasi tersendiri,” jelasnya.
Adapun guru olahraga yang menjadi otak di balik kemenangan tersebut adalah I Made Dwi Satria dan Putu Eka Sumarsana.
Dwi Satria mengungkapkan, sejak seleksi awal, pihaknya mencari peserta dengan postur tubuh yang setara.
Dalam proses seleksi, ada 65 orang yang mengajukan diri. Namun pihaknya hanya memilih 20 orang untuk satu regu, yang terdiri atas 17 orang tim inti dan 3 orang cadangan.
Khusus tahun ini, SMAN Bali Mandara mengirim tiga regu, yang terdiri atas satu regu putra dan dua regu putri.
Latihan digelar siang dan sore dengan intensitas tinggi. Mereka dilatih melalui jalan keliling sekolah selama 2–3 jam setiap hari.
Sementara untuk latihan gerak jalan, mereka memilih rute dengan medan menanjak untuk menguji kemampuan fisik siswa.
“Kami ajak mereka uji rute dari sekolah sampai ke Desa Bulian. Kami atur strategi, kapan harus push dan kapan harus slow,” ujarnya.
Ia mengklaim tidak ada perlakuan istimewa kepada para siswa. Apalagi penggunaan doping. Mereka hanya mendapat nutrisi tambahan berupa telur rebus dan pisang sebelum latihan.
Dwi menyebut kunci juara adalah tekad dan semangat antara pelatih dan siswa. “Target juara selalu kami tanamkan. Kalau pelatih dan siswa sama-sama semangat, jadi lebih mudah mengarahkan,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya