Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jagung Goak Poleng Panen Perdana, Sutjidra Yakin Buleleng Bisa Swasembada Pangan

Eka Prasetya • Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:45 WIB

 

PANEN PERDANA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (baju merah) bersama Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi (kanan) saat panen perdana jagung hibrida goak poleng.
PANEN PERDANA: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (baju merah) bersama Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi (kanan) saat panen perdana jagung hibrida goak poleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Buleleng melakukan panen perdana jagung varietas goak poleng digelar di Kebun Terintegrasi Pemkab Buleleng, Kelurahan Banyuasri, pada Rabu (13/8/2025). 

Jagung hibrida ini ditanam oleh Polres Buleleng sejak April lalu. Lewat panen tersebut, pemerintah yakin Kabupaten Buleleng akan menjadi daerah yang swasembada pangan di Bali.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyebut panen jagung tersebut merupakan hadiah istimewa pada peringatan HUT ke-80 RI. 

“Hari ini panen jagung sekaligus launching bibit jagung hibrida goak poleng. Ini membuat kami bangga dan optimistis Buleleng bisa swasembada pangan,” ujarnya.

Sutjidra menyebut jagung merupakan komoditas strategis pengganti beras. Dengan lahan yang luas dan varietas unggul seperti jagung goak poleng, petani bisa mendapatkan hasil yang menguntungkan.

Dalam panen perdana, jagung yang dihasilkan mencapai 9,11 ton per hektare. Padahal rata-rata produksi jagung hanya 7 ton per hektare.

“Jadi sangat menjanjikan dari segi ekonomi,” kata Sutjidra.

Sutjidra menegaskan, Pemkab Buleleng akan terus berupaya melakukan swasembada pangan lewat kerjasama dengan sejumlah instansi.

Diantaranya dengan Polres Buleleng untuk komoditas jagung, serta Kodim 1609/Buleleng untuk komoditas padi. 

Ia juga menyiapkan langkah lanjutan berupa peluncuran beras jagung Buleleng sebagai alternatif pangan, mengingat semakin sempitnya lahan sawah akibat alih fungsi. 

“Kami minta Perumda Swatantra menyerap dan memasarkan hasilnya di Buleleng,” tambahnya.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menilai kualitas jagung goak poleng sangat baik. 

“Hasilnya lebih panjang, lebih berat, dan volumenya tinggi. Nilainya pun lebih tinggi sehingga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sejahtera, keamanan akan terjaga,” jelasnya.

Menurutnya, varietas ini masih dalam tahap penelitian dan akan terus dikembangkan, termasuk upaya sertifikasi agar legalitasnya terjamin. “Harapannya semakin potensial untuk dikembangkan,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Alih Fungsi #varietas #panen #Goak Poleng #forkompinda #petani #pemkab buleleng #bibit #pangan #Polres Buleleng #jagung #sawah #swasembada #Hibrida #buleleng #ekonomi #kebun