SUKASADA, RadarBuleleng.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng, Bali, terus bergulir.
Terkini siswa di Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Busungbiu telah menerima program tersebut.
Seperti yang terlihat di Kecamatan Sukasada. Ada 16 sekolah yang menerima manfaat, mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMK yang menerima program tersebut.
Pantauan di SDN 5 Sukasada, salah satu sekolah penerima, suasana berbeda tampak di jam istirahat.
Puluhan siswa duduk berkelompok menikmati hidangan yang dikirim langsung dari dapur MBG. Canda tawa dan obrolan ringan mengiringi makan bersama di selasar sekolah.
Kepala SDN 5 Sukasada, I Putu Jaya Saputra, mengatakan ada 69 siswa di sekolahnya yang menerima MBG.
“Makanan datang pukul 09.15 WITA, diantar langsung oleh petugas dapur. Sebelumnya, awal Agustus, sekolah kami didata TNI untuk memastikan jumlah siswa sesuai dengan porsi yang disediakan,” ujarnya.
Baca Juga: Lama Dikeluhkan, Pengaspalan di Jalan Raya Sekumpul Akhirnya Tuntas
Selain pendataan, petugas juga menjelaskan tujuan dan mekanisme program. Setiap paket makanan yang datang akan diperiksa kepala sekolah atau guru, baik jumlah maupun isinya.
“Saya sangat setuju dengan MBG. Program ini menata pola makan anak agar lebih sehat dan seimbang. Bukan soal ketidakpercayaan pada orang tua, tapi ini jadi standar yang tepat bagi siswa,” imbuh Jaya Saputra.
Adapun menu makan siang gratis itu disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garuda Emas I Sukasada yang dikelola Yayasan Widya Dharma Bali.
Saat Radar Buleleng mendatangi SPPG tersebut, kesibukan jelas terlihat. Mobil box hilir mudik mengangkut makanan.
Pada tahap pertama, dapur ini melayani 2.604 penerima manfaat, hasil verifikasi per 21 Juli. Jumlah itu diperkirakan bertambah selama pelaksanaan tahap awal yang berlangsung sepuluh hari kedepan.
Kepala SPPG Garuda Emas I, Ketut Pingki Ardina menjelaskan, hari pertama MBG di Kecamatan Sukasada menjangkau 16 sekolah. Meliputi empat TK, delapan SD, dua SMP, dan dua SMA/SMK.
“Ada dua kali pengiriman, khusus untuk SMPN 1 Sukasada yang memiliki dua shift,” jelasnya.
Pingki menjelaskan, dapur MBG mulai bekerja sejak pukul 01.00 Wita. Proses pemorsian dilakukan pukul 03.00 Wita, lalu pengiriman ke sekolah dimulai pukul 07.00 Wita.
SPPG tersebut diperkuat 50 anggota, terdiri atas 47 relawan, seorang ahli gizi, seorang akuntan, serta kepala dapur.
Jangkauan distribusinya mencapai radius tiga kilometer dengan waktu tempuh maksimal 30 menit.
Untuk tahap awal, MBG hanya dijadwalkan berjalan sepuluh hari sesuai proposal. Namun, program ini akan berlanjut secara bertahap.
“Pengantaran makanan dikawal babinsa dan bhabinkamtibmas. Menu setiap hari berbeda. Hari ini belum ada susu, tetapi kandungan gizinya tetap sesuai juknis,” terang Ardina.
Terkait biaya, Ardina menjelaskan porsi siswa SD kelas 1-3 dihitung senilai Rp13 ribu, sedangkan SD kelas 4-6, SMP, hingga SMA/SMK Rp15 ribu.
Menu bisa disesuaikan berdasarkan hasil survei bila masih ada sisa makanan. “Kami ingin memastikan anak-anak benar-benar menikmati dan mendapatkan gizi yang seimbang,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya