Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Festival 2025 Catat Transaksi Rp 3 Miliar, Puluhan Ribu Warga Berkunjung Tiap Hari

Francelino Junior • Minggu, 24 Agustus 2025 | 21:31 WIB

 

ATRAKSI BUDAYA: Penampilan Sanggar Seni Langen Kerthi Budaya Lokapaksa pada penutupan Buleleng Festival 2025.
ATRAKSI BUDAYA: Penampilan Sanggar Seni Langen Kerthi Budaya Lokapaksa pada penutupan Buleleng Festival 2025.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gelaran Buleleng Festival (Bulfest) 2025 resmi berakhir pada Sabtu (23/8) malam. 

Selama enam hari pelaksanaan, festival yang mengusung tema The Mask History of Buleleng ini sukses menghadirkan perpaduan seni, budaya, pendidikan, hingga pameran ekonomi kreatif yang memikat puluhan ribu pengunjung setiap harinya.

Ketua Panitia Bulfest 2025, Gede Suyasa, menyebut seluruh agenda berjalan lancar. Mulai dari atraksi di panggung utama, empat panggung pertunjukan seni tradisi, klasik, hingga modern, hingga kegiatan akademis, edukasi, dan diskusi seputar sejarah topeng, pariwisata, ekonomi kreatif, serta perkembangan Buleleng dari masa ke masa.

“Pameran topeng dan lukisan bertema topeng juga mendapat sambutan luar biasa. Rata-rata lebih dari 300 pelajar dari berbagai sekolah di Buleleng berkunjung setiap harinya,” ungkap Suyasa.

Tak hanya itu, sektor UMKM kuliner khas, olahan pangan, hingga produk kriya ikut mendulang sukses dengan total transaksi mencapai sekitar Rp 3 miliar. 

Sementara itu, Buleleng Digital Expo yang melibatkan generasi milenial dan gen Z berhasil membuka ruang ekspresi bagi anak muda dalam dunia digital.

Dari sisi lingkungan, relawan Green Corps mencatat pengumpulan sampah sebanyak tiga kubik untuk organik dan 1.238 kilogram sampah anorganik. Semua sampah sudah disalurkan ke pusat pengelolaan di Jagaraga dan bank sampah induk.

Meski sukses, panitia mengakui ada beberapa catatan penting, seperti keterbatasan daya tampung UMKM, masih adanya pengunjung yang abai membuang sampah pada tempatnya, serta kedisiplinan pengisi acara di panggung utama yang perlu ditingkatkan.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengapresiasi keberhasilan Bulfest yang sudah memasuki tahun kedelapan. Ia menilai festival ini terus menunjukkan peningkatan dan penyempurnaan, meski belum bisa memuaskan semua pihak.

“Kalau kita jujur, tentu masih ada kekurangan. Tapi upaya maksimal telah kita lakukan demi Buleleng tercinta. Mari berikan kritik dan saran yang konstruktif demi Bulfest yang lebih baik di tahun depan,” ujarnya.

Menurut Sutjidra, melonjaknya minat UMKM dan pedagang kecil yang memanfaatkan Bulfest untuk berkreasi dan mencari rejeki menjadi bukti bahwa festival ini telah menjadi momentum yang dinantikan masyarakat. Bahkan, perputaran uang setiap tahun terus meningkat.

Namun, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan lalu lintas akibat beberapa ruas jalan yang ditutup. 

“Penutupan jalan kami lakukan untuk kepentingan masyarakat luas. Kami juga sudah menyiapkan rekayasa jalur alternatif dengan menugaskan personel secara intensif,” kata Sutjidra. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#transaksi #umkm #digital #bulfest #pendidikan #ekonomi kreatif #seni #budaya #buleleng festival #sampah #diskusi #expo #buleleng #seni tradisi #festival #kriya #pengunjung