SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Layanan darurat 110 yang disediakan Polri untuk masyarakat ternyata belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Alih-alih digunakan untuk laporan penting, mayoritas panggilan justru berupa aksi iseng alias prank.
Data Polres Buleleng mencatat, sejak Januari hingga Agustus 2025 terdapat 209 panggilan masuk, namun hanya sebagian kecil yang benar-benar laporan.
“Dari jumlah itu, hanya 11 berupa pengaduan, 12 informasi masyarakat, dan sisanya 186 prank. Jadi sekitar 89 persen adalah telepon iseng,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.
Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu kinerja polisi. Bahkan bisa berakibat fatal jika pada saat bersamaan ada warga yang benar-benar membutuhkan pertolongan darurat.
Baca Juga: Jambret di Nusa Dua Tertangkap Warga Setelah Kabur ke Gang Buntu
Terkait laporan yang masuk, Yohana menyebut kebanyakan berupa keluhan kebisingan.
“Rata-rata pengaduan adalah musik keras di tengah malam yang mengganggu warga. Laporan seperti ini langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa,” jelasnya.
Tak jarang, panggilan ke 110 juga membuat petugas terkejut. Pernah ada seseorang meminta bantuan agar suratnya dikirimkan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Awalnya polisi menduga itu hanya telepon iseng lainnya. Namun orang yang menelepon itu benar-benar datang ke Polres Buleleng membawa surat yang ditujukan kepada Donald Trump.
Setelah polisi melakukan penelusuran, orang yang bersangkutan ternyata mengalami disabilitas mental atau gangguan jiwa.
“Setiap pekerjaan ada tantangannya. Kami akan tetap profesional, pengaduan tetap kami layani, informasi kami tindaklanjuti. Harapan kami, layanan 110 benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” tutup polwan yang akrab disapa Mami Yo itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya