Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Jadi Percontohan Pemanfaatan Energi Surya di Bali

Eka Prasetya • Kamis, 28 Agustus 2025 | 00:52 WIB

 

PLTS ATAP: Proses pemasangan PLTS atap di Desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng.
PLTS ATAP: Proses pemasangan PLTS atap di Desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng.

SERIRIT, RadarBuleleng.id – Kabupaten Buleleng diproyeksikan menjadi daerah percontohan dalam pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali. 

Hal itu ditandai dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt. 

Peresmian itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra pada Rabu (27/8/2025).

Peresmian tersebut merupakan bagian dari inisiatif Institute for Essential Services Reform (IESR) yang juga memasang PLTS di Karangasem dan Klungkung.

Dewa Indra menegaskan, keberadaan PLTS di Banjarasem merupakan langkah nyata menuju kemandirian energi desa. 

Menurutnya, pemanfaatan energi surya tidak hanya mendukung penyediaan listrik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga. 

“Saya menilai replikasi ide ini di berbagai desa sangat penting agar desa-desa dapat berperan aktif dalam upaya Bali mandiri energi,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu diberikan pemahaman sederhana mengenai manfaat dan efisiensi PLTS. Dengan cara itu, warga akan semakin tertarik untuk beralih ke energi terbarukan. 

“Apa yang dilakukan IESR dengan meyakinkan masyarakat hingga akhirnya PLTS terpasang adalah langkah nyata mendukung pemanfaatan energi bersih,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengungkapkan, PLTS atap terpasang di sejumlah desa yang ada di Bali.

Satu unit dipasang di Desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng; satu unit terpasang di Desa Baturinggit, Kabupaten Karangasem; serta dua unit terpasang di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida. Total kapasitas mencapai 15,37 kWp. 

“Energi terbarukan harus hadir dalam kehidupan masyarakat desa, bukan hanya untuk listrik, tetapi juga untuk mendukung ekonomi rakyat dan pelayanan publik,” katanya.

Fabby menambahkan, Bali memiliki potensi energi surya hingga 22 GW, namun yang baru dimanfaatkan masih kurang dari satu persen. 

Pemasangan PLTS tidak hanya mengurangi biaya listrik masyarakat, tetapi juga menopang pelayanan vital. 

Diantaranya pompa air di Desa Baturinggit dan sarana belajar di SD Negeri 1 Batununggul.

Program tersebut melibatkan pemerintah desa, BUMDes, hingga masyarakat, dengan dukungan lembaga filantropi ViriyaENB. 

Kehadirannya PLTS atap di Banjarasem diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Buleleng untuk mengembangkan energi terbarukan sekaligus mendukung target Bali Emisi Nol Bersih 2045. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #atap #plts #banjarasem #listrik #buleleng #energi