Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rawan Ditunggangi Provokator, Mahasiswa Buleleng Batalkan Aksi Demo

Eka Prasetya • Senin, 1 September 2025 | 21:27 WIB

 

BATALKAN AKSI: Mahasiswa di Buleleng menyatakan membatalkan aksi massa karena mencium indikasi provokator yang hendak menyusup dalam aksi massa.
BATALKAN AKSI: Mahasiswa di Buleleng menyatakan membatalkan aksi massa karena mencium indikasi provokator yang hendak menyusup dalam aksi massa.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Elemen mahasiswa di Kabupaten Buleleng, memutuskan membatalkan aksi demonstrasi.

Aksi demo itu semula dirancang berlangsung pada Senin (1/9/2025). Namun karena mencium adanya provokator yang menyelinap dalam gerakan mahasiswa, maka aksi mendadak dibatalkan.

Rencana aksi demo sempat membuat suasana di Kota Singaraja tegang sejak Minggu (31/8/2025) malam.

Pada Senin, sejumlah sekolah memutuskan mengalihkan proses belajar mengajar menjadi pembelajaran daring.

Adapun sekolah yang melakukan pembelajaran daring adalah SMAN 1 Singaraja, SMKN 1 Singaraja, SDN 1 Banjar Jawa, SDN 3 Banjar Jawa, serta SDN 1 Paket Agung.

Selain itu sejumlah toko dan warung yang berada di sepanjang Jalan Ngurah Rai, memutuskan menutup usaha mereka.

Komponen mahasiswa sendiri memutuskan membatalkan aksi mereka secara mendadak pada Senin (1/9/2025) pukul 01.00 dini hari.

Mereka juga memutuskan membubarkan Aliansi Mahasiswa Bali Utara (Ambara). Selanjutnya, para mahasiswa memutuskan berjuang lewat wadah Cipayung Plus Buleleng.

“Kami menyadari dalam tubuh Ambara telah disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan memang memiliki rencana melakukan provokasi,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Singaraja, Didit Kurniadi.

Sehingga pihaknya juga memutuskan membatalkan aksi massa. “Menimbang kondisi yang tidak kondusif dan informasi yang menyebar di masyarakat, kami membubarkan Ambara dan membatalkan aksi massa. Tuntutan akan tetap kami sampaikan lewat organ Cipayung Buleleng,” tegasnya.

Indikasi susupan dalam gerakan yang dirancang mahasiswa diketahui setelah selebaran ajakan demo yang tersebar di media sosial.

Mahasiswa mengklaim selebaran tersebut baru berbentuk draft. Namun tiba-tiba sudah menyebar luas.

“Ketika pamflet yang sifatnya draft itu menyebar, kami yakin bahwa aksi yang kami lakukan akan berada di luar kendali. Sehingga kami memilih membatalkan aksi damai, dan melakukan audiensi,” kata Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Singaraja, Awang Yonar Prakosa.

Mereka pun memutuskan melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya untuk menyampaikan tuntutan dan rekomendasi mereka kepada pihak terkait. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kota singaraja #belajar #hmi #daring #muhammadiyah #demonstrasi #mahasiswa #gerakan #jalan #provokator #Cipayung Plus #demo #ngurah rai #toko #sekolah #buleleng #imm #aksi