SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Salah satu inovator asal Buleleng kembali mengharumkan nama daerahnya. Bulde Wine berhasil menyabet juara dalam Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Bali 2025.
Kemenangan tersebut diraih berkat inovasi bertajuk Buldetech Membrane, teknologi yang mampu menghasilkan wine tanpa alkohol. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
Meski namanya wine, produk Bulde Wine berbeda dari minuman anggur pada umumnya.
Minuman ini berasal dari buah anggur lokal Buleleng jenis Alphonsogrape yang diproses dengan teknologi khusus hingga kandungan alkoholnya nol persen.
Dengan begitu, Bulde Wine aman dikonsumsi oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Tak hanya menawarkan cita rasa segar, produk ini juga kaya manfaat. Secara klinis, Bulde Wine terbukti mengandung antioksidan tinggi dan enam senyawa fenolkarboksilat alami.
Kandungan tersebut diyakini berkhasiat untuk menjaga kesehatan pencernaan, mencegah penuaan dini, menurunkan risiko depresi, meningkatkan imunitas, hingga mencegah kanker.
Bulde Wine berada di bawah naungan CV Pionir Akselerasi Sejahtera yang berdiri sejak 2017.
Perusahaan ini hadir berkat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DagperinkopUKM) serta dukungan civitas akademika Jurusan Kimia Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Co-CEO CV Pionir Akselerasi Sejahtera, I Putu Pandu Setiawan mengungkapkan lahirnya Bulde Wine berawal dari keprihatinan terhadap nasib petani anggur Buleleng yang kerap mengalami surplus saat panen raya.
“Para petani saat panen berlebih kan anggurnya jadi termanfaatkan di kita. Jadi kita olah menjadi lebih bernilai jual. Apalagi anggur Buleleng jenis Alphonsogrape ini banyak manfaatnya untuk kesehatan,” ujar Pandu.
Selain dessert wine yang menjadi produk unggulan dalam lomba, CV Pionir Akselerasi Sejahtera juga mengembangkan beragam olahan berbahan dasar anggur, mulai dari jus, kombucha, hingga selai.
Perusahaan yang berlokasi di Seririt ini juga menggandeng Kelompok Wanita Tani Anggur Wira Grape Sejahtera di Desa Lokapaksa untuk memperkuat rantai produksi.
Dari sisi legalitas, Pandu memastikan semua izin sudah terpenuhi. “HAKI dan perizinan sudah lengkap semua. Astungkara untuk tahun ini BPOM dan sertifikasi halal sudah jadi,” katanya.
Untuk pemasaran, Bulde Wine menggunakan dua jalur sekaligus: konvensional melalui toko offline dan pameran UMKM, serta digital lewat marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Tiktokshop.
Bahkan tak jarang, Pandu langsung melayani pesanan konsumen via WhatsApp agar produk cepat sampai ke tangan pembeli.
Kini, pelanggan Bulde Wine tak hanya berasal dari Buleleng, tapi juga merambah wilayah Bali Selatan seperti Nusa Dua, Kuta, dan Denpasar.
Permintaan juga datang dari luar pulau, di antaranya Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa.
Pandu berharap, ke depan Bulde Wine bisa menjadi ikon kebanggaan Buleleng. Ia optimistis anggur lokal tak kalah bersaing dengan produk luar negeri asalkan mendapat dukungan dari sisi legalitas dan pemasaran.
“Harapan kami kerja sama dengan berbagai pihak semakin kuat, supaya Bulde Wine benar-benar bisa membawa nama Buleleng ke level dunia,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya