SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng menggelar aksi bersih-bersih di hilir Sungai Banyumala, Kamis (12/9/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian World Cleanup Day (WCD) 2025 dengan tema besar “Menuju Indonesia Bersih 2029”.
Gerakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Buleleng menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan Indeks Kualitas Air (IKA) yang selama ini masih terjaga baik di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Kadek Agus Hartika menyebut aksi tersebut tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
“WCD tahun ini dilaksanakan serentak selama sebulan penuh di seluruh Indonesia. Tema menuju Indonesia Bersih 2029 selaras dengan target RPJMN dalam mengatasi persoalan sampah yang makin krusial,” ungkapnya.
Kegiatan bersih-bersih melibatkan lintas unsur. Seperti organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, sekolah, komunitas lingkungan, hingga masyarakat desa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng bahkan telah mengirim surat edaran kepada para camat agar desa-desa ikut menggelar aksi serupa.
Tak hanya membersihkan aliran sungai, komunitas Ecoenzyme Nusantara Buleleng juga melakukan penuangan ekoenzim di tiga titik sungai, masing-masing sebanyak 100 liter.
Cairan hasil fermentasi sampah organik rumah tangga itu dipercaya mampu mengurai pencemar air seperti TSS, BOD, maupun pH sehingga kualitas air tetap terjaga.
“Indeks kualitas air di Buleleng masih sangat bagus, bahkan melampaui target nasional. Salah satu kuncinya, kami rutin menambahkan ekoenzim. Manfaatnya bukan hanya untuk sungai atau danau, tetapi juga bisa dipakai dalam rumah tangga untuk pemurnian air,” jelas Agus Hartika.
Ia menambahkan, sinergi antara Pemkab dan komunitas lingkungan seperti Sungai Watch, Bersih-Bersih Bali, serta berbagai penggiat lokal, memperkuat gerakan bersama menjaga kelestarian alam.
Lebih jauh, Agus mengajak masyarakat untuk ikut terlibat aktif sejak dari rumah tangga dengan pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Kita sudah membentuk bank sampah di desa, kelurahan, sekolah, dan OPD. Kalau sampah diselesaikan sejak dari sumbernya, dampak buruk bagi lingkungan bisa dicegah. Mari mulai dari diri kita sendiri agar tidak menyesal di kemudian hari,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya