Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Banjir di Buleleng, Fraksi PDIP Desak Pemkab Bangun Sodetan Baru

Francelino Junior • Jumat, 19 September 2025 | 15:40 WIB

 

TERGENANG BANJIR: Salah satu rumah warga di Kelurahan Kampung Anyar Singaraja yang terdampak banjir.
TERGENANG BANJIR: Salah satu rumah warga di Kelurahan Kampung Anyar Singaraja yang terdampak banjir.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Hujan deras yang menimbulkan banjir besar di Bali selatan memantik kekhawatiran warga di kawasan Bali Utara. 

Kabupaten Buleleng yang memiliki kontur daratan diapit gunung dan laut dinilai rawan terdampak, terutama di kawasan Kota Singaraja yang saban tahun selalu dikepung banjir.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng mendesak Pemkab segera melakukan langkah nyata di titik rawan, salah satunya di Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng. 

Kawasan yang berada dekat pantai itu ibarat cekungan besar, sehingga selalu terendam saat musim hujan.

Setiap kali hujan lebat, air limpahan akan terkumpul di kawasan tersebut. Di sisi lain, kawasan itu juga rentan dengan banjir rob karena kini permukaan tanah lebih rendah dari permukaan air laut.

“Kami mendorong Pemkab Buleleng untuk mengantisipasi dengan pembangunan sodetan atau jalur pengalihan air,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini.

Menurutnya, jalur sodetan sangat mendesak dibangun. Selama ini air hujan dari wilayah selatan (Sukasada) selalu bermuara ke utara (Singaraja). 

Karena tidak ada pembuangan alternatif, aliran air menumpuk di Kampung Anyar hingga memicu genangan parah.

Turkini bahkan menyindir pemerintah dengan pepatah sedia payung sebelum hujan. 

“Jangan tunggu banjir dulu baru bingung cari solusi. Bupati harus lakukan antisipasi sejak dini,” tegasnya.

Selain sodetan, Fraksi PDIP juga mengusulkan adanya pemisahan jalur drainase agar tidak hanya mengalir ke satu titik saja. 

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, menambahkan, penelusuran dewan menemukan hanya ada satu titik pembuangan air ke laut. Kondisi ini membuat drainase tidak mampu menampung debit air yang besar.

“Daerah ledok (lembah) seperti Kampung Anyar selalu jadi korban. Harus ada lebih dari satu saluran pembuangan agar air bisa terbagi. Tentu tetap dibarengi pembersihan sungai dan drainase. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan,” kata Masdana.

Sekda Buleleng, Gede Suyasa menegaskan, Pemkab telah membahas pembangunan sodetan baru sebagai solusi permanen. 

Proyek tersebut akan masuk dalam rencana penataan Kawasan Titik Nol Singaraja sekaligus diusulkan ke APBD 2026.

“Nanti sodetan diarahkan dari timur Banjar Tegal menuju barat, tidak lagi langsung ke utara. Air akan dialihkan ke Tukad Banyumala yang bermuara ke pantai. Tujuannya untuk mengurangi volume air ke pusat kota,” jelas Suyasa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kota singaraja #bali #pdi perjuangan #Kampung Anyar #gunung #dprd #drainase #pantai #laut #DPRD Bukan Perkara Mudah #lembah #hujan #bali utara #banjir #buleleng