Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Desain Bandara Bali Utara Diluncurkan, Usung Konsep Penyu dan Tri Hita Karana

Francelino Junior • Jumat, 26 September 2025 | 14:04 WIB

 

DESAIN BANDARA: Rancangan desain bandara baru di Bali Utara yang digagas PT BIBU Panji Sakti.
DESAIN BANDARA: Rancangan desain bandara baru di Bali Utara yang digagas PT BIBU Panji Sakti.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id – Wajah masa depan Bandara Bali Utara akhirnya resmi diperkenalkan ke publik. 

PT BIBU Panji Sakti meluncurkan desain bandara yang diklaim menggabungkan kearifan lokal Bali dengan teknologi modern berkelas dunia.

Rancangan bandara yang dikerjakan Alien DC itu mengusung konsep Tri Hita Karana, yakni harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. 

Secara filosofis, desainnya terinspirasi dari Bedawang Nala, simbol penyu raksasa dalam mitologi Bali sebagai penyangga dunia, serta Bhurloka sebagai inti bangunan.

Managing Director Alien DC, Hardyanthony Wiratama, menjelaskan bahwa filosofi itu diterjemahkan ke dalam bentuk bangunan bandara menyerupai penyu berarsitektur minimalis. 

“Bedawang Nala menjadi penyangga, sedangkan Bhurloka sebagai inti bandara,” katanya.

Dalam maket, tampak bandara memiliki 26 gate terminal, dengan konfigurasi delapan di sisi kiri, delapan di sisi kanan, serta lima di bagian tengah. 

Di area dalam, disiapkan courtyard atau taman terbuka sebagai ruang hijau. Bandara juga dirancang sebagai ruang publik, dengan area transit yang dapat diakses LRT, bus, hingga fasilitas seni pertunjukan seperti tari kecak.

Fasilitasnya pun berkelas internasional. Dua landasan pacu sepanjang 3.600 meter siap melayani pesawat berbadan lebar sekelas Airbus A380 dan Boeing 777. 

Terminal penumpang utama seluas lebih dari 200 ribu meter persegi diproyeksikan menampung 20 juta penumpang per tahun, dengan kapasitas maksimal hingga 50 juta. 

Bandara juga dilengkapi terminal kargo modern berkapasitas 250 ribu ton per tahun, untuk mendukung logistik nasional.

Keunikan lain, atap bandara dibuat adaptif mengikuti cuaca. Saat terik, kaca penutup akan menyesuaikan suhu, sedangkan ketika hujan, struktur atap mampu meredam suara air agar tetap nyaman bagi penumpang. 

“Kami ingin menghadirkan filosofi lokal tapi tetap berfungsi sebagai bandara internasional yang efektif dan efisien,” jelas Hardyanthony.

Bandara ini juga digadang-gadang sebagai offshore airport pertama di Indonesia. 

Pembangunannya disebut tidak merusak laut, melainkan melakukan restorasi daratan yang tergerus abrasi di pesisir Kubutambahan, Buleleng. 

Data mencatat pantai di kawasan tersebut hilang 5–10 meter setiap tahun akibat abrasi. Karena itu, PT BIBU menegaskan proyek ini bukan reklamasi, melainkan pemulihan daratan.

CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, optimistis proyek segera terealisasi. 

“Peluncuran desain ini menandakan kesiapan kami. Mudah-mudahan satu sampai dua bulan ke depan sudah bisa groundbreaking,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #bus #cuaca #airbus #Bedawang Nala #Tri Hita Karana #bandara #maket #boeing #penumpang #desain #BIBU Panji Sakti #terminal #bali utara #lrt #landasan #penyu