SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai bersiap menata kawasan Pantai Lovina yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata Bali Utara.
Rancangan Detail Engineering Design (DED) tengah difinalisasi dan ditargetkan bisa dieksekusi pada 2026 mendatang.
Tahap pertama penataan akan difokuskan pada perbaikan akses jalan dan drainase, dengan alokasi anggaran sekitar Rp15 miliar.
Dana tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung melalui bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR).
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan, pemerintah berkomitmen melakukan penataan untuk kawasan Lovina yang selama ini menjadi ikon pariwisata di Buleleng.
Harapannya setelah penataan tersebut, wisatawan mancanegara semakin banyak berkunjung ke Lovina.
“Biar mereka semakin betah di Lovina. Mudah-mudahan bisa semakin memperpanjang durasi mereka menginap di Buleleng,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan, grand design penataan kawasan Lovina akan dilakukan bertahap.
“Saat ini masih tahap perencanaan. Eksekusi fisik baru bisa dimulai tahun depan. Karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Penataan tahap pertama mencakup perbaikan jalan dari simpang Jalan Rambutan hingga Pantai Binaria, serta normalisasi drainase dan tiga sungai kecil yang bermuara ke Pantai Lovina.
“Selama ini aliran air dari sungai kecil sering menyebabkan banjir saat musim hujan. Dengan perbaikan, kawasan wisata Lovina bisa lebih nyaman,” jelasnya.
Selain itu, akan dibangun pedestrian, penambahan penerangan, dan lampu taman di sepanjang bibir pantai.
Dalam grand design jangka panjang, penataan juga akan diperluas hingga Pantai Tasik Madu yang dikenal sebagai titik nol Lovina.
Di kawasan tersebut, Pemkab Buleleng berencana membangun gedung penghormatan untuk Anak Agung Pandji Tisna, tokoh pelopor pariwisata Bali Utara sekaligus pencetus nama Lovina.
Gedung itu nantinya akan dilengkapi museum perjalanan hidup AA Pandji Tisna, serta panggung pertunjukan seni tradisional maupun modern.
Untuk merealisasikan rencana ini, Pemkab Buleleng masih harus membebaskan lahan tambahan sekitar 50 are.
“Kami sudah punya lahan 40 are untuk area parkir. Sisanya masih menunggu appraisal harga tanah agar bisa segera ditata,” pungkas Adiptha. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya