Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jembatan Bailey Hutan Kota Dibongkar, Pemkab Buleleng Janji Bangun Jembatan Permanen

Francelino Junior • Jumat, 3 Oktober 2025 | 15:25 WIB

 

BONGKAR JEMBATAN: Prajurit dari Yonzipur 18/YKR membongkar jembatan bailey yang terpasang di Hutan Kota Singaraja.
BONGKAR JEMBATAN: Prajurit dari Yonzipur 18/YKR membongkar jembatan bailey yang terpasang di Hutan Kota Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng memastikan akan membangun jembatan permanen menuju kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming) di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Anggaran pembangunannya sudah dirancang dalam RAPBD 2026 dan tinggal menunggu persetujuan legislatif.

Langkah tersebut diambil setelah jembatan bailey yang selama ini menjadi akses utama ditarik oleh Kodam IX/Udayana. 

Jembatan baja tersebut sebelumnya dipinjamkan dari Batalyon Zeni Tempur 18/YKR untuk membuka akses kawasan pertanian sejak awal 2024. 

Namun, kini harus dipindahkan ke Kabupaten Nagekeo, NTT, guna penanganan darurat usai daerah tersebut dilanda banjir bandang.

Baca Juga: Gagal Curi Motor di Kuta, Polisi “Dor” Residivis Curanmor

“Jembatan itu sangat dibutuhkan di Nagekeo yang terisolir akibat banjir bandang. Tapi Pemkab Buleleng sudah mengantisipasi dengan menyiapkan anggaran pembangunan jembatan permanen tahun 2026,” jelas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, kemarin (2/10/2025).

Meski akses sempat terganggu, Sutjidra menegaskan pengembangan kawasan Sistem Pertanian Terpadu tidak akan berhenti. 

Lokasi tersebut diproyeksikan sebagai laboratorium pertanian Pemkab Buleleng sekaligus area percontohan untuk berbagai komoditas unggulan daerah.

“Lahan di kawasan tersebut sangat subur dan cocok untuk banyak komoditas. Nantinya akan dijadikan percontohan sebelum disebarluaskan ke petani-petani lain,” ungkap Sutjidra.

Sebagai informasi, jembatan bailey tersebut memiliki bentang sepanjang 33 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi hampir dua meter. 

Awalnya jembatan hanya dipinjam selama lima bulan, dari Januari hingga Mei 2024, lalu diperpanjang. 

Kini jembatan tersebut ditarik kembali untuk kebutuhan tanggap darurat di wilayah NTT. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #batalyon #ntt #Nagekeo #Kodam IX/Udayana #tempur #darurat #pemkab buleleng #jembatan bailey #jembatan #pertanian #banjir bandang #legislatif #buleleng