SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng terus memberikan pendampingan intensif kepada KAA, 33, seorang perempuan penyandang disabilitas asal Kecamatan Buleleng yang diduga menjadi korban rudapaksa di wilayah Bali Utara.
Saat ini, KAA menghuni di rumah aman dan didampingi seorang bidan untuk memantau kondisi kehamilan serta janin yang dikandungnya. Diketahui, ia tengah hamil tujuh bulan.
Selain layanan kesehatan, pemerintah juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, nutrisi, hingga dukungan psikologis bagi korban.
“Perkiraan kelahiran antara satu hingga dua bulan ke depan. Kami sudah menyiapkan segala kebutuhan hingga proses persalinan nanti. Saat ini, semua kebutuhannya kami penuhi,” ujar Kepala Dinsos Buleleng, I Putu Kariaman Putra.
Menurut Kariaman, kondisi KAA kini mulai stabil berkat pendampingan psikiater dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Buleleng.
Harapannya, pendampingan ini dapat membantu kelancaran proses persalinan serta menjaga kondisi mental ibu dan bayi.
Terkait status pengasuhan bayi, Dinsos akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan keluarga korban.
Hal ini untuk memastikan kesanggupan mereka merawat bayi yang akan lahir.
Jika ayah kandung bayi tak diketahui hingga kelahiran nanti, opsi penyerahan perawatan ke panti asuhan juga dipertimbangkan.
”Jika memang diperlukan, panti siap membantu merawat bayi tersebut, mengingat kondisi ibu yang merupakan penyandang disabilitas tuna rungu wicara,” tandas Kariaman.
Kariaman menyatakan pihaknya kini fokus pada pendampingan dan penguatan psikis korban. Sementara ranah pidana menjadi kewenangan polisi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya