SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Serangkaian kecelakaan di jalur penghubung Desa Panji–Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, memaksa pemerintah mengambil langkah.
Dinas Perhubungan Buleleng menyurati Google agar menutup akses rute tersebut di layanan Google Maps.
Langkah tersebut diambil menyusul kecelakaan maut pada Rabu (1/10/2025) yang menewaskan seorang warga.
Kecelakaan itu terjadi setelah sebuah mobil pikap tidak kuat menanjak. Mobil mundur, terguling, lalu menggencet pengendara sepeda motor yang ada di belakangnya.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP menjelaskan, sebagian besar kecelakaan di jalur Panji–Sambangan melibatkan kendaraan pengangkut barang berukuran besar.
Banyak sopir diketahui pertama kali melintas di jalur tersebut karena mengikuti petunjuk Google Maps.
“Rata-rata sopir truk baru pertama kali lewat sini. Mereka mengikuti rekomendasi Google Maps karena dianggap sebagai jalur tercepat. Padahal, medan di sana sangat ekstrem dan tidak cocok untuk kendaraan besar,” ujar Gunawan.
Ia menegaskan, jalur Panji–Sambangan merupakan jalan kabupaten yang sempit dan memiliki beberapa tanjakan curam.
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak kendaraan berat memilih rute itu untuk memperpendek waktu tempuh dari arah Jawa menuju Denpasar via Buleleng, tanpa mengetahui kondisi medan sebenarnya.
“Ini memang jalur alternatif menuju Denpasar, tapi kami tidak merekomendasikan untuk kendaraan besar. Kami sudah bersurat ke Dinas Kominfo Buleleng agar diteruskan ke pihak Google supaya aksesnya ditutup di aplikasi karena berbahaya,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Dishub juga telah memasang sejumlah spanduk himbauan di sepanjang jalur Panji–Sambangan agar sopir kendaraan besar tidak melintas di sana.
Pemasangan dilakukan di beberapa titik strategis untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
Gunawan menambahkan, jalur berisiko tinggi lain di Buleleng sebenarnya telah lebih dulu dipetakan oleh Dishub.
Di antaranya jalur Sambangan–Sangket, Kelurahan Sukasada, dan jalur Tigawasa–Lovina.
Seluruhnya juga telah diusulkan untuk ditandai sebagai jalur berbahaya dan tidak direkomendasikan di aplikasi peta digital. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya