SINGARAJA, RadarBuleleng.id - SMKN 1 Sukasada (SMIK) di Kabupaten Buleleng, Bali, terus berupaya menyalurkan minat dan bakat siswa mereka.
Harapannya, setelah lulus dari sekolah, tak ada siswa yang menganggur. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke kampus, atau langsung terjun ke dunia kerja maupun wirausaha.
Guna mengoptimalkan penyaluran minat dan bakat siswa, SMKN 1 Sukasada menggelar “Entrepreneurial Excellence Building Careers at SMK Negeri 1 Sukasada”.
Ajang tersebut dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, I Putu Kariaman Putra.
Dalam sambutannya, Kariaman menegaskan bahwa ajang tersebut merupakan bentuk kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor swasta untuk menekan angka pengangguran di Buleleng.
“Agenda seperti job fair ini menjadi wadah strategis mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara transparan dan kompetitif. Pemerintah hadir sebagai fasilitator agar proses rekrutmen berjalan efektif dan terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan bidang ketenagakerjaan harus dilakukan secara cerdas dan inovatif.
Tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Kami berkomitmen menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan siap bersaing, sekaligus menumbuhkan wirausaha muda yang bisa menjadi penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.
Selain menjadi ajang perekrutan tenaga kerja, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan inspirasi bagi siswa SMK.
Melalui Gelar Karya, para pelajar diberi kesempatan menampilkan kreativitas dan inovasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Kariaman Putra juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan acara tersebut.
“Kami berharap acara seperti ini bisa berlanjut setiap tahun dengan semakin banyak perusahaan yang bergabung serta kualitas pelaksanaan yang terus meningkat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Sukasada, I Putu Sumandi Yasa mengungkapkan, agenda tersebut menjadi bagian penting dari strategi sekolah dalam menyiapkan lulusan yang mandiri dan berdaya saing.
“Ini bukan hanya ajang rekrutmen tenaga kerja. Tapi juga proses pembentukan karakter dan mental siswa agar tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang berjiwa entrepreneur dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai informasi, SMK Job Fair 2025 digelar dengan melibatkan 25 perusahaan yang membuka berbagai lowongan kerja bagi masyarakat dan lulusan SMK di Buleleng.
Editor : Eka Prasetya