SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rentetan kontroversi yang melibatkan sejumlah anggota DPR RI belakangan ini menjadi peringatan serius bagi wakil rakyat di daerah, termasuk di Buleleng.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya berharap situasi serupa tidak terjadi di Bali Utara. Untuk itu ia meminta anggota DPRD Buleleng menjaga etika, tingkah laku, maupun ucapan mereka.
Apalagi hal tersebut sudah diatur dalam kode etik dan tata tertib anggota DPRD Buleleng yang sudah disepakati bersama.
Menurutnya, anggota DPRD juga harus peka dengan kondisi masyarakat. Untuk itu mereka harus menghindari kebiasaan hidup hedon apalagi flexing.
“Teman-teman DPRD Buleleng saya ingatkan agar tidak memamerkan kekayaan, karena itu tidak relevan dengan kondisi masyarakat,” ujarnya.
Meski sejumlah anggota DPRD Buleleng diketahui berasal dari keluarga mapan dan berada, namun bukan berarti mereka harus pamer.
“Karena menjadi wakil rakyat, sebaiknya tunjukkan aktivitas yang relevan dengan tugasnya. Kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Meskipun memang ada teman-teman yang memang sudah berpenghasilan tinggi, bukan karena gaji atau tunjangan di dewan,” tegasnya.
Sementara itu, Fraksi Nasdem DPRD Buleleng juga memberlakukan aturan yang lebih ketat bagi anggotanya yang duduk di parlemen.
Ketua DPD NasDem Buleleng, Made Jayadi Asmara menyebut, instruksi pusat sudah tegas. Yakni agar kader satu komando dalam bersikap dan berkata-kata.
“Ada arahan dari pusat untuk menjaga situasi. Kondisi sekarang sedang sensitif, jadi komentar harus hati-hati. Jangan tersandung atau slip of the tongue,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna, menyatakan partainya mendukung kebebasan berpendapat. Namun tetap harus mengedepankan perilaku.
“Ketua umum kami selalu mengingatkan agar kader menjaga perilaku, menjaga perasaan masyarakat, dan tidak tampil hedon. Itu sejalan dengan ideologi marhaen, supaya tidak melukai hati rakyat,” tegas Supriatna.
Asal tahu saja, aksi demonstrasi yang sempat terjadi pada Agustus lalumerupakan kekesalan publik terhadap tingkah polah anggota parlemen di Senayan.
Ada yang asyik berjoget-joget di ruang rapat, bahkan ada kenaikan tunjangan yang dianggap tidak tepat karena ekonomi sulit.
Puncaknya sejumlah anggota DPR selip lidah saat melontarkan komentar. Sehingga memicu kemarahan publik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya