Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Belajar Raih Predikat WBK, Lapas Singaraja “Intip” Lapas Tabanan 

Francelino Junior • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:45 WIB

 

BELAJAR: Tim Lapas Singaraja saat melakukan kunjungan ke Lapas Tabanan untuk mempelajari Zona Integritas.
BELAJAR: Tim Lapas Singaraja saat melakukan kunjungan ke Lapas Tabanan untuk mempelajari Zona Integritas.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Langkah serius dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja dalam upaya mewujudkan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Jajaran Lapas Singaraja melakukan studi tiru ke Lapas Tabanan, yang lebih dulu sukses meraih predikat WBK dari Kemenpan RB.

Kunjungan tersebut bertujuan menggali strategi, inovasi, serta pola pembinaan yang diterapkan Lapas Tabanan hingga berhasil menciptakan layanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Rombongan Lapas Singaraja meninjau langsung sarana dan prasarana layanan, sistem pembinaan warga binaan, hingga inovasi pelayanan digital yang dijalankan Lapas Tabanan.

“Studi tiru ini bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan profesional, baik dalam pelayanan kepada warga binaan maupun stakeholder lainnya,” ujar Kepala Lapas Singaraja, I Gusti Lanang Agung Cahyana Putra.

Menurutnya, hasil kunjungan akan menjadi bahan evaluasi internal agar pelayanan publik di Lapas Singaraja semakin optimal. 

“Kami ingin mempercepat langkah menuju WBK dengan menerapkan hal-hal positif yang kami pelajari di sini,” jelasnya.

Diketahui, tahapan pembangunan Zona Integritas dimulai dari penerapan Permenpan RB Nomor 52 Tahun 2024, yang menjadi pedoman pembentukan ZI menuju WBK/WBBM.

Langkahnya mencakup pembentukan tim kerja, penyusunan program prioritas, pemetaan perubahan, sosialisasi, pelaporan, hingga monitoring dan evaluasi (monev).

Sementara itu, Kalapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengungkapkan keberhasilan meraih predikat WBK bukan hal instan.

“Kunci keberhasilan itu ada pada komitmen kuat, budaya pelayanan prima, tim yang solid, keberanian keluar dari zona nyaman, serta dukungan penuh pimpinan dan stakeholder,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pengaduan masyarakat juga menjadi elemen penting dalam peningkatan mutu layanan. 

“Dari setiap keluhan dan masukan, kami belajar memperbaiki diri agar pelayanan semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Monev #lapas #lembaga pemasyarakatan #zona integritas #wbbm #Pembinaan #digital #evaluasi #birokrasi #korupsi #wbk #lapas tabanan #layanan publik #transparan #Singaraja #kemenpan rb #inovasi