Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Komunitas Lingkungan Semprot Eco Enzyme ke TPA Bengkala. Yakin Bisa Kurangi Bau dan Gas Metana

Francelino Junior • Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:29 WIB

 

SEMPROTKAN CAIRAN: Proses penyemprotan eco enzyme ke tumpukan sampah yang menggunung di TPA Bengkala.
SEMPROTKAN CAIRAN: Proses penyemprotan eco enzyme ke tumpukan sampah yang menggunung di TPA Bengkala.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peringatan HUT ke-6 Eco Enzyme Nusantara (EEN) di Kabupaten Buleleng, Bali, berlangsung berbeda. 

Komunitas peduli lingkungan ini menandainya dengan aksi penyemprotan cairan eco enzyme di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Senin (20/10/2025).

Aksi tersebut menjadi sarana edukasi agar masyarakat ikut mengelola limbah organik dari rumah tangga. 

Langkah tersebut diyakini bisa menjadi solusi nyata untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus menumpuk.

Eco enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur. 

Cairan tersebut terbukti ampuh menekan bau tak sedap sekaligus mengurangi produksi gas metana dari timbunan sampah. Dengan begitu, kualitas udara di sekitar TPA bisa lebih bersih dan sehat.

“Manfaat eco enzyme sudah dibuktikan melalui penelitian dari ITB, UGM, dan Universitas Brawijaya. Kami juga memiliki badan litbang yang memastikan gerakan ini benar-benar berdampak bagi lingkungan. Gerakan massal seperti ini akan terus kami dorong,” ujar Ketua Panitia HUT Eco Enzyme Nusantara, Nyoman Sutrisna.

Masalah sampah, terutama limbah organik rumah tangga, memang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Buleleng. 

Setiap hari volume sampah yang masuk ke TPA Bengkala terus meningkat, sementara kapasitas lahan dan fasilitas pengelolaan kian terbatas. 

Akibatnya, tumpukan sampah tak hanya mengganggu pemandangan dan kesehatan lingkungan, tapi juga menimbulkan emisi gas metana yang memperburuk kualitas udara.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana menyatakan, solusi pengelolaan sampah tidak selalu harus mengandalkan teknologi mahal. 

Menurutnya, kearifan lokal dan kreativitas masyarakat bisa menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan.

“Produksi eco enzyme membawa banyak manfaat, mulai dari memperbaiki kualitas air dan udara, hingga membangun kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah langsung dari sumbernya,” jelasnya.

Pemerintah berharap masyarakat memandang sampah bukan sebagai beban, melainkan sumber daya yang bisa diolah dan dimanfaatkan kembali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Eco Enzyme #kubutambahan #bengkala #lingkungan #komunitas #sayur #eco enzyme nusantara #organik #sampah #buleleng #edukasi #buah #tpa #limbah