Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tumpek Wariga, Pemkab Buleleng Tanam Pohon dan Tuang Eco Enzyme di Tukad Banyumala

Francelino Junior • Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:33 WIB

 

TUANG ECO ENZYME: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng menuangkan eco enzyme ke Tukad Banyumala, Kelurahan Banyuasri, Buleleng.
TUANG ECO ENZYME: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng menuangkan eco enzyme ke Tukad Banyumala, Kelurahan Banyuasri, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Peringatan Tumpek Wariga di Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (25/10/2025) berlangsung khidmat.

Pemerintah menggelar persembahyangan di Pura Tirta Sudhamala, Banyuasri. Pemerintah selanjutnya melakukan penanaman pohon serta menuangkan eco enzyme di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Banyumala, Kelurahan Banyuasri.

Aksi tersebut dipimpin Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. 

Turut hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), SKPD, BUMD, pelajar, hingga komunitas pecinta lingkungan.

Pemerintah sengaja memilih DAS Banyumala sebagai lokasi peringatan tumpek wariga pada tahun ini.

Selain menjadi sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun, kawasan ini juga dikenal sebagai tempat masyarakat melakukan melukat atau penyucian diri. 

Menurut Bupati Sutjidra, nilai ekologis dan spiritual Banyumala menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk menjadikannya pusat gerakan pelestarian lingkungan.

“Daerah aliran sungai Banyumala ini harus kita jaga bersama. Ini satu-satunya sungai di wilayah ini yang tetap memiliki aliran air sepanjang tahun, dan tempat ini sangat disucikan oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sekitar 200 pohon di sepanjang bantaran sungai. 

Selain itu, eco enzyme dituangkan ke aliran sungai sebagai langkah pemulihan kualitas tanah dan air.

Bupati Sutjidra menegaskan, pemerintah akan melakukan aksi berkelanjutan berbasis desa adat. 

Setiap desa adat yang wilayahnya dilalui aliran sungai akan diberi tanggung jawab menjaga serta memelihara sungai sesuai wewidangan-nya masing-masing.

“Kita mulai dari Banyuasri. Nanti di hulu ada Desa Adat Buleleng, dan seterusnya. Kita jaga dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutjidra menyebut Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menyiapkan rencana penataan kawasan Banyumala untuk mendukung ketahanan sumber air, termasuk pengembangan pertanian terpadu di Banyuasri. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Eco Enzyme #melukat #bantaran sungai #Tukad Banyumala #air #persembahyangan #pohon #lingkungan #Tumpek Wariga #mata air #Desa adat #spiritual #buleleng #Banyuasri #pura