Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Festival Bahari Jaladhi Vistara 2025: Koster Dorong Bondalem jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi Bahari Buleleng

Eka Prasetya • Minggu, 26 Oktober 2025 | 17:52 WIB

 

Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka Festival Bahari Jaladhi Vistara 2025 di Pantai Bondalem.
Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka Festival Bahari Jaladhi Vistara 2025 di Pantai Bondalem.

TEJAKULA, RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka Festival Bahari “Jaladhi Vistara” 2025 di Pantai Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, kemarin (25/10/2025).

Ratusan pegiat lingkungan, akademisi, seniman, dan masyarakat pesisir hadir dalam acara tersebut, yang sekaligus memperingati Tumpek Wariga, hari suci untuk memuliakan tumbuh-tumbuhan dan seluruh sumber kehidupan.

Festival Jaladhi Vistara tahun ini mengangkat tema besar tentang pelestarian laut, literasi maritim, dan pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa laut bukan sekadar panorama alam yang indah, tetapi sumber kehidupan dan masa depan ekonomi rakyat Bali.

“Laut dan darat adalah satu kesatuan ekosistem. Tumbuh-tumbuhan memberi oksigen dan pangan, sedangkan laut memberikan kesejahteraan dan kehidupan bagi manusia,” ujarnya.

Koster menyebut Kabupaten Buleleng memiliki garis pantai terpanjang di Bali, mencapai 160 kilometer, dengan potensi besar di sektor kelautan. 

Potensi itu mencakup perikanan, terumbu karang, garam, hingga wisata bahari. Namun, potensi itu dinilai belum dikelola secara maksimal.

“Kita harus menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan rakyat, bukan hanya tempat wisata,” tegasnya.

Koster menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi berbasis kelautan melalui kebijakan pemberdayaan garam lokal Bali. 

Garam tradisional dari Les, Tejakula, hingga Amed sempat terpinggirkan akibat aturan standar yodium. 

Namun, setelah koordinasi intensif antara Pemprov Bali, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Badan POM, garam lokal kini telah dinyatakan aman dan layak edar.

“Garam tradisional kita kini tidak hanya dijual di pasar modern dan hotel-hotel, tetapi juga sudah diekspor ke Jepang. Ini bukti bahwa produk rakyat Bali diakui dunia,” kata Koster.

Pemprov Bali juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 17 Tahun 2021 yang mewajibkan penggunaan garam lokal di hotel, restoran, dan pasar ritel. 

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari transformasi ekonomi Bali menuju ekonomi berbasis kelautan, pertanian, dan kearifan lokal.

Sebagai aksi nyata pelestarian laut, sebanyak 5.600 bibit terumbu karang ditenggelamkan di perairan Bondalem. Pemerintah juga menyiapkan skema perlindungan bagi para penyelam konservasi agar bisa bekerja dengan aman dan berkelanjutan.

“Langkah kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya luar biasa bagi keberlanjutan alam dan ekonomi rakyat,” ujar Koster.

Penggagas festival sekaligus pegiat lingkungan, Ngurah Paramartha menjelaskan, gerakan konservasi di Bondalem sudah dimulai sejak 2007. 

Konservasi diawali dengan penanaman ribuan substrat buatan untuk memulihkan terumbu karang yang rusak akibat eksploitasi masa lalu.

Upaya tersebut mengantarkan Bondalem meraih penghargaan internasional dari Reef Check International pada 2014. 

Menurutnya di sekitar kawasan Bondalem, tepatnya di Pantai Pojok Batu pernah ditemukan ratusan fragmen keramik abad ke-4 Masehi dari masa peradaban Dongson, Vietnam. Hal itu membuktikan bahwa Bali Utara telah menjadi pusat perdagangan laut sejak ribuan tahun lalu.

“Festival ini tidak hanya bicara konservasi, tapi juga meneguhkan kembali identitas maritim Bali,” ujarnya.

Festival Jaladhi Vistara menjadi puncak Gerakan Literasi Maritim Bondalem, dengan tiga fokus utama. Yakni literasi budaya, literasi ekologi, dan literasi sejarah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #tejakula #Pemprov Bali #bahari #Kelautan #maritim #lingkungan #Tumpek Wariga #wayan koster #akademisi #seniman #bondalem #buleleng #ekonomi #literasi #festival