Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diprotes Warga, PLN Klaim PLTD Pemaron Hanya Sementara

Francelino Junior • Rabu, 12 November 2025 | 18:31 WIB
CEK KEBISINGAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (dua dari kanan) saat mengecek kebisingan di PLTGU Pemaron.
CEK KEBISINGAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (dua dari kanan) saat mengecek kebisingan di PLTGU Pemaron.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pemaron kembali jadi sorotan. 

Fasilitas yang berada di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng itu disebut sebagai solusi cepat untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di Bali, mengingat jaringan kelistrikan di Pulau Dewata saling terhubung antar pembangkit. 

Keberadaan PLTD Pemaron dinilai penting agar tidak terjadi pemadaman bergilir saat terjadi gangguan pada sistem.

Di sisi lain, PLTD Pemaron juga menuai keluhan warga sekitar. Kebisingan yang ditimbulkan disebut membuat tidak nyaman, bahkan memicu sakit kepala. Bahkan masyarakat setempat menjulukinya “Diesel Horeg”. 

Berbagai upaya mediasi telah ditempuh untuk mencari titik temu antara kebutuhan pasokan listrik dan tuntutan kenyamanan warga.

Baca Juga: DPRD Bali Rahasiakan Rekomendasi Soal Lift Pantai Kelingking, Koster Janjikan “Kejutan” di Rapat Paripurna

Manager PLN UP3 Bali Utara, Elashinta menjelaskan, pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali mencapai 14 persen, sementara di wilayah Bali utara tumbuh sembilan persen. 

Lonjakan tersebut mendorong PLN menyiapkan cadangan suplai listrik agar pasokan tetap aman jika terjadi kondisi terburuk.

”Adanya PLTD Pemaron, karena butuh solusi cepat. Apalagi kalau salah satu pembangkit keluar sistem, maka Bali kurang pasokan listrik. Di Pemaron ini paling siap, berdasarkan survei akhir 2024, apalagi sudah ada space-nya. Dipasang mesin penghasil listrik 110 MW,” ujarnya.

Elashinta menyebut, PLTD dipilih karena karakternya yang cepat menyala dan langsung terhubung ke jaringan. 

Hal tersebut terbukti saat Bali mengalami blackout pada awal Mei 2025. Mesin-mesin diesel langsung masuk sistem sehingga pasokan listrik kembali terisi.

Ia menegaskan PLTD Pemaron bersifat sementara. Pembangunan pembangkit listrik permanen di Celukan Bawang, Buleleng, serta Pesanggaran, Denpasar, masih berjalan dan membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun. 

Selama masa itu, PLTD Pemaron tetap diproyeksikan menjadi operasi cadangan.

”PLTD solusi sementara saat ini, untuk jaga pasokan listrik. Sifatnya temporary. Ketika pembangkit Pemaron tidak beroperasi, maka Buleleng akan padam terlebih dahulu atau pemadaman bergilir, kalau tidak ada pasokan listrik,” kata Elashinta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #PLTD #pembangkit #diesel #listrik #pemadaman #mediasi #PLTD Pemaron #pembangkit listrik #buleleng #pemaron #pln