SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bencana alam terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (12/12/2025).
Kedua bencana itu sempat membuat akses jalan terputus. BPBD Buleleng bersama sejumlah instansi menuntaskan penanganan, sehingga jalan kembali terbuka.
Insiden pertama adalah musibah tanah longsor yang terjadi di Jalan Raya Pupuan yang menghubungkan antara Kecamatan Pupuan di Tabanan dengan Kecamatan Pekutatan di Kabupaten Jembrana.
Longsor dilaporkan terjadi di Banjar Dinas Tista, Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 17.30 WITA.
Tebing dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 8 meter di tepi Jalan Raya Pupuan, tergerus air hujan hingga menutup badan jalan.
Pembersihan awal dilakukan secara manual. Namun memakan waktu yang cukup lama.
Pemerintah akhirnya mengerahkan satu unit alat berat loader dari Dinas PU Provinsi Bali.
Armada Damkar juga turut dikerahkan untuk penyemprotan material lumpur agar proses pembersihan lebih cepat.
“Penanganan kami lakukan berlapis. Setelah pembersihan manual, alat berat dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses. Saat ini jalur sudah bisa dilalui sepenuhnya, tetapi pengendara tetap kami imbau berhati-hati saat hujan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa.
Proses penanganan melibatkan TRC BPBD Buleleng, Polsek Busungbiu, Koramil Busungbiu, Damkar Seririt, PUTR Provinsi Bali, serta aparat Kecamatan Busungbiu dan Desa Dapdap Putih.
Sementara itu pada Jumat (12/12/2025) sore, Tim TRC Regu III BPBD Buleleng menangani pohon intaran berdiameter sekitar 1 meter yang tumbang di Banjar Dinas Madan, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak.
Pohon tersebut menimpa kabel listrik dan menutup seluruh badan jalan di ruas Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk.
Tim gabungan langsung melakukan pemotongan terhadap pohon tumbang dan membersihkan material hingga akses kembali normal.
Penanganan di lapangan melibatkan TRC Regu III, Plt Kabid KL BPBD, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Musi, Satpol PP Kecamatan Gerokgak, serta aparat desa.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyebut respon cepat semua pihak sangat membantu meminimalkan dampak gangguan lalu lintas.
“Koordinasi lintas sektor berjalan baik. Setiap laporan warga langsung ditangani agar akses jalan tidak sampai lumpuh. Ini penting mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” kata Suyasa.
BPBD Buleleng mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan longsor dan jalur yang banyak pepohonan besar.
Jika menemukan potensi bahaya, warga diminta segera melapor agar bisa segera ditangani. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya