SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buleleng, Bali, sejak Minggu (14/12/2025) sore hingga Senin (15/12/2025) dini hari, membawa dampak cukup serius.
Sejumlah bangunan dilaporkan roboh akibat longsor dan tanah amblas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat sedikitnya empat kejadian akibat intensitas hujan tinggi di beberapa wilayah.
Peristiwa pertama terjadi di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, sekitar pukul 19.00 WITA.
Senderan rumah milik Putu Jeniarta, 67, longsor dengan ukuran panjang sekitar 10 meter dan tinggi 10 meter. Kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Kejadian kedua berlangsung di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, sekitar pukul 19.30 WITA.
Senderan rumah milik I Wayan Buda Westrawan, 40, dilaporkan longsor. Senderan sepanjang 10 meter dengan tinggi sekitar 3 meter tersebut ambruk, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 20 juta.
Peristiwa ketiga terjadi di Desa Suwug, Kecamatan Sawan, sekitar pukul 20.00 WITA.
Longsor menimpa bangunan milik Nengah Rudanis, 83. Pondasi senderan, kamar mandi, serta dapur dengan ukuran panjang 10 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 5 meter amblas terbawa longsor. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan sekitar Rp 20 juta.
Di desa yang sama, bangunan milik I Nengah Remada, 79, juga mengalami kerusakan.
Tembok kamar mandi, dapur, serta penyengker rumahnya dengan ukuran serupa turut roboh akibat longsor. Kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi.
“Berdasarkan arahan BMKG, ancaman hidrometeorologi puncaknya terjadi pada pertengahan Desember hingga Januari. Peluang hujan masih tinggi,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
BPBD Buleleng telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak pada Senin (15/12/2025) pagi.
Bantuan yang diberikan meliputi terpal, sembako, selimut, hingga matras. Selain itu, petugas juga melakukan asesmen lanjutan di lokasi terdampak.
Ancaman cuaca ekstrem saat ini turut dipengaruhi oleh aktivitas siklon tropis. Bibit Siklon Tropis 93S mulai terpantau pada Kamis (11/12/2025) pagi di wilayah Samudera Hindia selatan NTB.
Sementara Bibit Siklon Tropis 91S telah berkembang menjadi Siklon Tropis Bakung sejak Minggu (7/12/2025).
“Dampaknya sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Mudah-mudahan tidak terjadi bencana yang lebih parah di Buleleng,” harap Suyasa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya