SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Minat masyarakat Buleleng bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih tergolong tinggi.
Sepanjang 2025, ribuan warga Bali utara memilih bekerja ke luar negeri, dengan sektor pariwisata. Baik itu bekerja di kapal pesiar maupun di hotel.
Hingga kini, Turki tercatat sebagai negara tujuan yang paling diminati para pekerja migran asal Buleleng.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng,jumlah PMI asal Buleleng yang tercatat berangkat bekerja secara legal ke luar negeri selama 2025 mencapai 2.215 orang.
Jika dilihat dari periode keberangkatan, angka tertinggi terjadi pada Juni dengan total 328 orang. Disusul Maret sebanyak 280 orang dan Mei 276 orang.
Dari keseluruhan PMI tersebut, sebanyak 1.183 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1.032 orang perempuan.
Baca Juga: Tertidur di Rumah Teman, Motor dan Ponsel Pemuda Asal Bangli Raib di Buleleng
Selain Turki, sejumlah negara lain juga menjadi tujuan utama PMI asal Buleleng, di antaranya Maldives, Polandia, dan Rusia.
Tren terbaru menunjukkan Rusia mulai banyak diminati, terutama untuk sektor pariwisata dan jasa.
“Data ini merupakan yang tercatat secara resmi. Kemungkinan jumlahnya bisa lebih banyak karena ada yang tidak masuk dalam basis data,” kata Kepala Disnaker Buleleng, Putu Arimbawa, kemarin (4/1/2026).
Seiring tingginya minat bekerja ke luar negeri, Disnaker Buleleng mengingatkan para calon PMI agar tidak mudah tergiur iming-iming kerja tanpa prosedur yang jelas.
Masyarakat diminta aktif mencari informasi dengan mendatangi Kantor Disnaker Buleleng untuk memperoleh penjelasan terkait prosedur resmi, agen penempatan, hingga negara tujuan kerja.
Menurut Arimbawa, tingginya animo bekerja ke luar negeri harus diimbangi dengan kesadaran mengikuti prosedur resmi.
Hal ini penting untuk memastikan perlindungan PMI selama bekerja di luar negeri sekaligus mencegah praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Ikuti prosedur yang ada. Jangan mudah percaya dengan janji atau iming-iming. Sekarang banyak modus penipuan yang mengarah ke TPPO,” tutupnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya