SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya penanganan sampah berbasis sumber di Kabupaten Buleleng, Bali, terus diperkuat.
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dilengkapi mesin pencacah dan pemilah sampah plastik modern buatan lokal resmi beroperasi di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng.
TPS3R yang diberi nama Rumah Pilah Resik Mesari itu diresmikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Selasa (13/1/2026).
Fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperbaiki tata kelola sampah sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kehadiran mesin pencacah dan pemilah sampah dinilai sebagai kemajuan penting, meski diakui masih tertinggal dibanding sejumlah daerah lain di Bali maupun luar Bali yang lebih dulu mengadopsi teknologi serupa.
“TPS3R Desa Anturan kami dorong menjadi percontohan. Jadi bisa mengurangi persoalan lingkungan, khususnya sampah,” ujar Gede Supriatna.
Mesin pencacah dan pemilah tersebut dianggarkan melalui APBD dengan nilai mencapai Rp 800 juta.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar tiga hingga lima ton sampah per hari, fasilitas tersebut dinilai mampu melayani dua hingga tiga desa di sekitarnya. Skema tersebut dinilai lebih efisien dari sisi anggaran maupun pembangunan infrastruktur.
Mesin tersebut merupakan hasil riset panjang sejak 2017. Penggunaan mesin buatan lokal dinilai lebih efektif dibandingkan mesin impor, mengingat karakteristik sampah di Indonesia berbeda dengan negara lain.
“Mesin ini dirancang agar mudah dioperasikan di TPS3R, tanpa proses yang rumit. Fokus utamanya adalah pemilahan sampah rumah tangga yang masih bercampur,” ujar Perancang Mesin, Putu Eka Darmawan.
Dengan beroperasinya TPS3R Rumah Pilah Resik Mesari, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri di tingkat desa.
Selain menekan ketergantungan terhadap TPA, pengelolaan sampah ini juga membuka peluang ekonomi baru dari material yang berhasil dipilah.
Hasil pemilahan sampah plastik anorganik bernilai rendah dapat dimanfaatkan lebih lanjut, salah satunya sebagai bahan campuran aspal jalan, sehingga memberi nilai tambah bagi sampah yang sebelumnya tidak termanfaatkan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya