SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Banjir yang melanda kawasan jalan nasional di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, membuat lumpur menumpuk di sejumlah lokasi.
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Bali melalui PPK 1.4 Bali mulai bergerak melakukan pembersihan material di sejumlah titik rawan.
Sejumlah alat berat bersama petugas lapangan dikerahkan untuk mempercepat penanganan material banjir yang menutup saluran air dan badan jalan nasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya genangan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
PPK 1.4 Bali pada Satker PJN Wilayah I, Yoni Santhia mengatakan, penanganan difokuskan pada titik-titik outlet saluran yang tersumbat material berat, seperti bongkahan kayu dan sampah.
Sumbatan tersebut sebelumnya membuat aliran air terhambat dan berisiko memicu banjir kembali saat hujan deras.
“Titik sumbatan berada di kawasan belakang Hotel Pancasari. Di sana terdapat bendungan kecil yang berfungsi membagi aliran air hujan dari perbukitan Pancasari dan Dasong,” jelas Yoni pada Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, aliran air dari bendungan tersebut sebagian mengarah ke outlet saluran jalan nasional, sementara sisanya menuju Dasong hingga Danau Buyan. Saat banjir terjadi, saluran itu dipenuhi material kayu dalam jumlah besar.
Untuk penanganan awal, Satker PJN menurunkan satu unit excavator, backhoe loader, dan dump truck, serta melibatkan sekitar 10 orang tenaga kerja. Pembersihan endapan material di badan jalan dan saluran sudah dilakukan sejak Senin (12/1/2026).
“Setelah aliran air kembali lancar, penanganan dilanjutkan dengan normalisasi badan jalan nasional. Saat ini, material yang tersisa mayoritas berukuran besar, terutama di saluran belakang Hotel Pancasari,” ujarnya.
Yoni menambahkan, prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi berlangsung hingga akhir Januari.
Pihaknya pun menyiagakan alat berat di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan longsor maupun banjir susulan.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, Yoni menilai persoalan banjir di kawasan Pancasari tergolong kompleks dan perlu melibatkan berbagai instansi.
Pihaknya akan melakukan koordinasi lintas sektor, yang melibatkan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jawa Timur-Bali, Dinas PUTR Buleleng, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, hingga BKSDA Bali.
“Kami akan duduk bersama membahas solusi penanganan ke depan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Mudah-mudahan dengan kebersamaan, penanganan bisa lebih maksimal,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya