Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abrasi di Pesisir Buleleng Makin Parah. Jalan Jebol, Rumah Warga Terancam Rusak

Eka Prasetya • Rabu, 28 Januari 2026 | 12:02 WIB

 

RUSAK PARAH: Kondisi abrasi di pesisir Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng.
RUSAK PARAH: Kondisi abrasi di pesisir Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Buleleng, Bali, kian mengkhawatirkan. 

Gelombang pasang yang terus menghantam bibir pantai membuat jalan lingkungan jebol, bahkan rumah warga kini berada di ambang bahaya.

Kondisi tersebut terlihat jelas di Lingkungan Kayubuntil Barat, Kelurahan Kampung Anyar. Kawasan pesisir ini hampir setiap tahun diterjang ombak besar. 

Jika tahun lalu akses menuju Pura Taru Kembar sempat terputus, tahun ini giliran jalan menuju pemukiman warga yang mengalami kerusakan parah.

Pantauan di lapangan, tercatat sedikitnya tiga titik kerusakan jalan di kawasan tersebut. Dua titik merupakan kerusakan lama yang kembali jebol, termasuk jalan di depan Pura Taru Kembar. Sementara satu titik lainnya merupakan kerusakan baru yang berada di dekat Bale Suka Duka.

Baca Juga: Tak Mau Kasus Penyegelan Terulang, DPRD Buleleng Minta Pemerintah Cek Aset Sekolah

Kerusakan terbaru itu terjadi sejak awal Januari 2026. Hingga Selasa (27/1/2026), jalan yang tergerus ombak tercatat sepanjang sekitar 20 meter dengan lebar mencapai lima meter.

“Sekarang jaraknya tinggal sekitar 2,5 meter lagi ke rumah warga. Hampir tiap malam kami yang tinggal di pinggir pantai susah tidur karena takut,” ungkap warga setempat, Dewa Putu Sujana Anggan.

Menurutnya, abrasi di kawasan Kayubuntil Barat terjadi hampir setiap tahun. Namun intensitas dan dampaknya terus meningkat. Selama ini, warga hanya mampu melakukan penanganan secara swadaya dan bersifat sementara.

“Biasanya kalau ada bongkaran bangunan, warga minta supaya dibuang ke lubang itu. Tapi jelas itu tidak permanen,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan serius. Jika dibiarkan, mereka khawatir abrasi akan terus meluas dan mengancam rumah warga yang berada tepat di pesisir.

“Idealnya memang ada pemecah ombak. Katanya kewenangan pusat, bukan daerah. Tapi kami masyarakat bingung harus mengadu ke siapa. Harapannya pemerintah di Buleleng bisa menyampaikan ke pusat supaya ada tindak lanjut,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan penanganan abrasi di kawasan Kayubuntil berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

Adiptha menyebut, pemerintah daerah telah melakukan pendataan terhadap titik-titik abrasi di Buleleng dan menyampaikannya ke pemerintah pusat.

“Pak Bupati juga sudah menandatangani surat permohonan kepada BWS agar abrasi ini segera ditangani. Kami akan terus melakukan tindak lanjut,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan mendorong BWS untuk melakukan penanganan darurat guna mencegah abrasi semakin meluas.

“Paling tidak dilakukan penanganan sementara, seperti pengurukan dengan material batu dan tanah. Penanganan permanen memang membutuhkan pemecah ombak, tapi yang terpenting sekarang bagaimana abrasi ini tidak sampai merusak pura dan rumah warga,” pungkas Adiptha. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Kampung Anyar #abrasi #pantai #kayubuntil #pesisir #jalan #suka duka #BWS #ombak #buleleng #pura #gelombang pasang