SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penerapan sistem parkir digital di kawasan Pasar Anyar Singaraja, khususnya di Jalan Durian, kembali menuai sorotan.
Palang pintu parkir digital yang sebelumnya terpasang pada 2023, dilaporkan berulang kali mengalami kerusakan hingga akhirnya pemungutan parkir terpaksa dikembalikan ke sistem manual.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan AP menjelaskan, dalam pengelolaan parkir di Jalan Durian, Dishub hanya berperan dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM) petugas parkir.
Sementara aset berupa palang parkir digital tersebut merupakan milik Bank Pendapatan Daerah (BPD) Bali serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng.
“Itu asetnya kan milik BPD dan BPKPD. Karena kerusakan kami sudah laporkan. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan, sehingga pemungutan parkir kembali ke manual. supaya tidak ada loss potensi,” ujar Gunawan.
Ia menegaskan, pihaknya telah berulang kali mengomunikasikan kerusakan tersebut kepada BPKPD, mengingat program digitalisasi parkir awalnya difasilitasi oleh BPKPD. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut perbaikan di lapangan.
Karena kondisi tersebut, Dishub Buleleng akhirnya meminta izin kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa untuk kembali menerapkan sistem parkir manual di Jalan Durian. Langkah tersebut diambil agar potensi pendapatan daerah dari sektor parkir tidak hilang.
“Kami sudah minta izin kepada pak sekda. Supaya tidak loss potensi parkir di jalan durian, kami minta izin pungutan parkir manual seperti dulu,” katanya.
Gunawan menyebutkan, secara nominal pendapatan parkir di Jalan Durian tidak jauh berbeda antara sistem digital dan manual.
Bahkan, menurutnya, setoran parkir manual justru lebih cepat masuk ke kas daerah.
Ia mengungkapkan, potensi pendapatan parkir di Jalan Durian mencapai sekitar Rp 1 juta per hari atau setara dengan 1.000 kendaraan roda dua yang parkir setiap harinya.
Dengan potensi sebesar itu, Dishub tidak ingin ada kebocoran pendapatan akibat sistem yang tidak berfungsi optimal.
Terkait kerusakan, Gunawan menyebut palang parkir digital sudah beberapa kali mengalami gangguan.
“Awalnya kabel putus karena digigit tikus. Kemudian ada kerusakan lagi sistem error, itu harus menunggu vendor. Terakhir palang pintunya yang rusak,” bebernya.
Dalam operasional parkir di Jalan Durian, Dishub Buleleng mengerahkan enam orang petugas setiap hari yang dibagi dalam tiga shift.
Dengan sistem manual sementara ini, Dishub berharap pelayanan parkir tetap berjalan dan pendapatan daerah bisa tetap terjaga sambil menunggu kejelasan perbaikan sistem parkir digital. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya