Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Penyakit Cacar Sapi di Buleleng Terkendali, Distribusi Ternak Dibatasi Tiga Bulan

Eka Prasetya • Jumat, 30 Januari 2026 | 15:11 WIB

 

CEK SAMPEL: Petugas mengambil sampel pada seekor sapi yang diduga terjangkit penyakit cacar sapi.
CEK SAMPEL: Petugas mengambil sampel pada seekor sapi yang diduga terjangkit penyakit cacar sapi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pertanian Buleleng memastikan kasus Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi pada ternak sapi di Kecamatan Gerokgak berhasil dikendalikan dan tidak mengalami perluasan. 

Meski situasi sudah terkendali, upaya pemutusan mata rantai penularan tetap dilakukan secara ketat.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, sapi yang sempat terindikasi cacar sapi telah mendapat penanganan medis intensif dan menunjukkan respons pemulihan yang sangat baik. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya kasus baru.

“Saya sudah pantau langsung, memang tidak terjadi perkembangan karena langsung kita intervensi dengan obat-obatan. Reaksinya bagus sekali, dan ternyata efektif meredam,” ujar Melandrat, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, penularan cacar sapi umumnya dipicu oleh vektor seperti lalat dan nyamuk. 

Karena itu, jajaran dokter hewan Dinas Pertanian Buleleng kini menggencarkan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada para peternak, khususnya terkait kebersihan kandang serta langkah-langkah pencegahan penularan.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi sapi dari dua desa terdampak di Kecamatan Gerokgak untuk sementara dibatasi. Penjualan maupun pembelian sapi dari luar wilayah desa tidak diperkenankan.

“Karena masih terindikasi, sapinya kita larang dulu untuk didistribusikan keluar, maupun membeli sapi dari luar. Kalau ada transaksi, cukup di desa saja, jangan dibawa keluar,” tegasnya.

Melandrat menambahkan, pembatasan distribusi ternak tersebut akan diberlakukan selama tiga bulan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. 

Selama periode tersebut, pemeriksaan kesehatan sapi dilakukan secara berkala setiap tiga minggu.

Selain itu, ia juga mengingatkan peternak agar lebih berhati-hati dalam membeli ternak, terutama melalui jual beli online. 

Menurutnya, kelalaian dalam proses jual beli sapi berpotensi membawa penyakit dan berdampak luas terhadap kesehatan ternak di wilayah lain.

“Ini jadi pembelajaran bersama, betapa sulitnya penanganan kalau sudah terjadi. Mudah-mudahan peternak kita semakin sadar,” jelas Melandrat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gerokgak #penularan #Cacar Sapi #sapi #Lumpy Skin Disease #jual beli #peternak #pertanian #ternak #online #dinas pertanian #buleleng #LSD