Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Anggaran Dipangkas, Penataan Pelabuhan Tua Buleleng Tetap Jalan Tahun Ini

Eka Prasetya • Senin, 9 Februari 2026 | 12:47 WIB

 

DIREHAB: Gedung MR. Pudja di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Gedung ini akan diprioritaskan untuk perbaikan.
DIREHAB: Gedung MR. Pudja di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Gedung ini akan diprioritaskan untuk perbaikan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rencana penataan Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng dipastikan tetap bergulir pada 2026, meski anggaran proyek mengalami penyesuaian. 

Pemkab Buleleng memilih skema pengerjaan bertahap demi menjaga kualitas revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PU Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengungkapkan, saat ini pihaknya masih memfinalisasi gambar perencanaan. 

Dalam proses tersebut, terjadi rasionalisasi anggaran dari semula Rp 10 miliar menjadi sekitar Rp 5 miliar.

Dengan anggaran yang disesuaikan, penataan kawasan pelabuhan lama akan dibagi menjadi dua tahap pekerjaan. 

Tahap pertama difokuskan pada penataan Gedung MR. Pudja, yang dinilai memiliki fungsi strategis dan bersifat multifungsi.

“Gedung ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Selain itu, rencananya juga akan digunakan sebagai venue pendukung Porprov Bali 2027,” ujar Adiptha, Minggu (8/2/2026).

Pada tahap awal, Gedung MR. Pudja akan menjalani rehabilitasi berat untuk memperkuat struktur bangunan. 

Bagian depan gedung juga akan diperbaiki agar tampil lebih representatif. Tak hanya itu, penataan pedagang di sekitar kawasan pelabuhan turut dilakukan guna menghilangkan kesan kumuh dan menciptakan ruang publik yang lebih tertata.

Sementara itu, tahap kedua penataan akan menyasar Gedung Museum Sunda Kecil serta kantor pengelola pelabuhan. Kedua bangunan tersebut merupakan peninggalan era Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yang membutuhkan penanganan khusus dalam proses revitalisasi.

Khusus untuk dermaga, Dinas PU Perkim masih melakukan kajian teknis mendalam. 

Seluruh material lama akan diuji kelayakannya untuk memastikan apakah masih bisa dimanfaatkan atau harus diganti demi menjamin keamanan.

“Mengingat usia dermaga sudah lama, materialnya harus diuji. Kalau perlu perbaikan, kayu yang digunakan harus kayu khusus, minimal bengkirai dari Kalimantan yang tahan air laut. Semakin kena air, justru semakin kuat,” jelas Adiptha.

Pemkab Buleleng berharap penataan Pelabuhan Tua tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mengembalikan fungsinya sebagai ruang publik sekaligus kawasan heritage yang mampu menjadi daya tarik baru di Bali Utara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Penataan #proyek #museum #rasionalisasi #revitalisasi #anggaran #pemkab buleleng #pelabuhan tua #porprov bali #buleleng