Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pipa Induk Jebol Diterjang Longsor, Ratusan Keluarga di Jagaraga Buleleng Alami Krisis Air Bersih

Eka Prasetya • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:25 WIB

 

ANTRE AIR BERSIH: Warga di Desa Jagaraga, mengantre air bersih. Pipa induk yang menyalurkan air ke desa mereka rusak akibat longsor.
ANTRE AIR BERSIH: Warga di Desa Jagaraga, mengantre air bersih. Pipa induk yang menyalurkan air ke desa mereka rusak akibat longsor.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sekitar 200 kepala keluarga di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami krisis air bersih setelah pipa induk desa tersebut putus akibat longsor.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (11/2/2026). Longsoran tanah di wilayah Desa Sawan menghantam pipa utama yang menyalurkan air bersih ke Desa Jagaraga. Dampaknya, pasokan air ke sejumlah banjar terhenti total.

Banjar Dinas Dauh Peken, Banjar Dinas Kuluan, dan Banjar Dinas Triwangsa menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Bahkan di beberapa titik, warga sama sekali tidak mendapatkan aliran air.

Perbekel Jagaraga, Nyoman Partha menjelaskan, posisi pipa yang jebol berada di wilayah Desa Sawan, namun jalur distribusinya untuk kebutuhan warga Jagaraga.

“Pipa yang jebol posisinya di Desa Sawan, tapi pendistribusian untuk Jagaraga. Pipa induk Desa Jagaraga kena longsoran. Longsor itu terjadi pada Rabu (11/2/2026). Sekarang sudah dikerjakan, perkiraan tiga hari sudah selesai,” ujarnya.

Ia memperkirakan sekitar 200 kepala keluarga terdampak. Sebagian warga masih mendapat aliran air kecil, namun sebagian lainnya tidak mendapat pasokan sama sekali.

“Yang terdampak serius Banjar Triwangsa, Kangin Teben dan Kangin Luan. Ini pertama kali terjadi, sebelumnya tidak pernah longsor mengenai pipa induk kami,” tambahnya.

Sebagai langkah darurat, BPBD Buleleng menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak. 

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pendistribusian sudah memasuki hari kedua.

“TRC BPBD melaksanakan pendistribusian air bersih di tiga banjar dinas Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan,” jelasnya.

Dalam penyaluran tersebut, tiga truk tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter dikerahkan dan ditempatkan di tiga titik banjar. 

Selain itu, BPBD juga menyalurkan satu tandon berkapasitas 5.300 liter dan satu tandon 3.300 liter untuk penampungan sementara.

Menurut hasil kaji cepat, distribusi air bersih diperkirakan masih dibutuhkan setidaknya selama satu pekan ke depan, sambil menunggu perbaikan pipa induk rampung.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Perbaikan pipa induk kini tengah dikebut dengan melibatkan pemerintah desa, BUMDes, serta dukungan dari BPBD dan PDAM. Sambil menunggu jaringan kembali normal, mobil tangki dan tandon air disiagakan di tiap banjar terdampak. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sawan #bali #longsor #truk #Jagaraga #Pipa #air #tandon #keluarga #air bersih #Banjar #bpbd buleleng #bpbd #buleleng