SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Proyek penataan Titik Nol Kota Singaraja resmi dimulai. Kawasan bersejarah di sekitar Tugu Singa Ambara Raja itu kini masuk tahap pengerjaan, dengan target rampung awal Juli 2026 atau sebelum perhelatan Buleleng Festival (Bulfest).
Seremoni dimulainya proyek ditandai upacara pecaruan dan peletakan batu pertama, Jumat (20/2/2026).
Total anggaran yang digelontorkan untuk penataan kawasan dan pembangunan penunjang mencapai lebih dari Rp 38 miliar.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menjelaskan, penataan infrastruktur kawasan Tugu Singa Ambara Raja atau Titik Nol Kota Singaraja memperoleh pagu anggaran Rp 24,9 miliar. Proyek tersebut dimenangkan PT Taman Bunga Indah dengan nilai kontrak Rp 24,43 miliar.
Sementara pembangunan Gedung Laksmi Graha dimenangkan CV Cadudasa Pratama dengan nilai kontrak Rp 13,92 miliar dari pagu anggaran Rp 15 miliar.
Sejak wacana penataan mencuat, pro dan kontra di masyarakat pun bermunculan. Sebagian mendukung karena dinilai memperkuat identitas heritage Kota Singaraja.
Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan desain hingga urgensi proyek di tengah berbagai kebutuhan lainnya.
Menanggapi hal itu, Sutjidra menegaskan penataan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah yang menjadi cikal bakal Titik Nol Kota Singaraja.
Ia menyebut terdapat penyempurnaan desain dari rancangan awal, namun tidak mengubah konsep utama.
“Pro kontra pasti ada. Ada yang menilai positif, ada juga yang negatif. Namun tujuan kami jelas, yakni menata kawasan bersejarah yang menjadi cikal bakal Titik Nol Kota Singaraja. Nanti masyarakat bisa melihat kembali posisi pusat kota yang selama ini kurang diketahui,” ujarnya.
Dari sisi waktu, proyek ditargetkan selesai dalam durasi efektif sekitar 4,5 bulan. Pemkab Buleleng menekankan pentingnya ketepatan waktu, mengingat kawasan tersebut direncanakan sudah bisa ditampilkan kepada publik sebelum Bulfest digelar.
“Semoga penyedia bisa melaksanakan pengerjaan ini tepat waktu. Sehingga kawasan ini bisa kita perlihatkan sebelum perhelatan Buleleng Festival,” imbuhnya.
Ke depan, kawasan Titik Nol akan terintegrasi dengan konsep city tour Singaraja, termasuk konektivitas dengan kawasan puri dan objek heritage lainnya. Pemerintah menyebut rencana ini sudah disusun sejak lama dan kini baru bisa direalisasikan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya