SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Inovasi teknologi karya putra daerah kembali mengharumkan nama Kabupaten Buleleng, Bali.
Buldetech Membrane berhasil masuk dalam daftar 117 karya paling prospektif Indonesia 2025 versi Business Innovation Center (BIC).
Teknologi ini lahir dari kebutuhan mengolah melimpahnya anggur lokal Buleleng saat panen raya agar memiliki nilai tambah, tanpa harus menjadi produk beralkohol.
Buldetech dikembangkan sebagai solusi atas persoalan klasik petani anggur. Utamanya ketika produksi melimpah, tetapi hasil panen tidak mampu terserap pasar.
Melalui teknologi membran dealkoholisasi tanpa destilasi suhu tinggi, sistem ini mampu menghasilkan minuman fermentasi non alkohol yang tetap menjaga aroma, rasa, dan kandungan nutrisi asli buah.
“Inovasi ini kami rancang agar efisien, hemat energi, dan dapat diterapkan pada skala industri kecil hingga UMKM. Kami juga memanfaatkan material lokal seperti zeolit dan kitosan, sehingga lebih terjangkau dan berkelanjutan,” ujar I Putu Pandu Setiawan, owner BULDE Anggur.
Keunggulan Buldetech terletak pada prosesnya yang tidak merusak karakter rasa buah. Produk akhirnya berupa wine non alkohol yang dapat dinikmati semua kalangan sebagai alternatif minuman sehat tanpa efek memabukkan.
Perjalanan menuju pengakuan nasional tidak instan. Selama kurang lebih 10 bulan, inovasi ini melewati seleksi ketat BIC dan bersaing dengan 4.674 inovator serta 6.729 proposal dari 28 provinsi di Indonesia dan luar negeri.
Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kebaruan, dampak ekonomi, keberlanjutan, dan kesiapan implementasi.
Buldetech akhirnya terpilih dan dimuat dalam e-book Challenger 117 Inovasi Indonesia 2025 Toward ASEAN Community Vision.
Pengembangan Buldetech mendapat dukungan ekosistem dari Pemkab Buleleng melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng serta Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Dukungan tersebut memungkinkan inovasi diuji dan dikembangkan secara aplikatif di lapangan.
Pasca penghargaan BIC, Buldetech menargetkan hilirisasi produk, peningkatan kapasitas produksi, kolaborasi riset lanjutan, serta membuka peluang investasi dan penguatan legalitas usaha.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan petani anggur sekaligus memperkuat industri minuman lokal berbasis inovasi.
“Kami berpesan kepada generasi muda Buleleng untuk berani bermimpi dari potensi daerah sendiri. Jangan takut mencoba dan jadikan inovasi sebagai jalan memberi dampak bagi masyarakat. Masa depan Buleleng sebagai kota pendidikan dibangun oleh keberanian untuk berkarya,” pungkas Pandu. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya