Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tim SAR Kembali Temukan Korban Banjir Bandang di Banjar Buleleng. Jenazah Tertimbun Tumpukan Ranting

Eka Prasetya • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:32 WIB

 

EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban banjir bandang yang ditemukan di wilayah Desa Kalianget, Kabupaten Buleleng, Bali.
EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban banjir bandang yang ditemukan di wilayah Desa Kalianget, Kabupaten Buleleng, Bali.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Proses pencarian korban hilang akibat banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali terus berlanjut. 

Pada Sabtu (7/3/2026) atau hari kedua operasi pencarian, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban ditemukan di wilayah Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 13.56 WITA. Korban ditemukan di antara timbunan ranting kayu serta sampah yang terbawa arus banjir.

Jenazah itu diduga kuat Komang Suci, 44, salah satu warga Dusun Ambengan, Desa Banjar, yang dinyatakan hilang dalam musibah banjir bandang pada Jumat (6/3/2026) malam.

Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakara mengatakan, korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dewasa. Jenazah kemudian langsung dievakuasi oleh tim SAR menuju RSUD Buleleng.

“Hari ini kami sudah menemukan satu target lagi berjenis kelamin perempuan. Sudah langsung dievakuasi ke RSUD Buleleng untuk proses identifikasi bersama keluarga,” jelas Sidakarya.

Ia menambahkan, korban ditemukan sekitar pukul 13.56 WITA oleh tim yang melakukan penyisiran di darat. Selanjutnya proses evakuasi oleh tim SAR dilakukan pada pukul 14.18 WITA.

Hingga saat ini, identitas korban yang ditemukan masih dalam proses pencocokan oleh pihak keluarga.

“Terkait identitas belum diketahui karena masih dicek oleh keluarga. Ini korban perempuan dewasa,” imbuhnya.

Dengan ditemukannya satu korban tersebut, kini masih tersisa dua orang korban lagi yang belum ditemukan. Keduanya merupakan remaja.

Dalam operasi pencarian tersebut , sebanyak 139 personel diterjunkan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta berbagai potensi SAR di wilayah Buleleng. Tim juga mendapat dukungan tambahan dari Sabhara Polda Bali.

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR memfokuskan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya korban perempuan tersebut. Area yang dipenuhi puing dan tumpukan sampah juga akan dibersihkan menggunakan alat berat.

“Kami fokus di sekitar area ditemukannya korban dewasa. Kami juga akan kerahkan excavator untuk mengangkut area puing,” katanya.

Selain itu, tim juga telah mengerahkan anjing pelacak dari Polres Buleleng guna membantu proses pencarian korban yang masih hilang. Bantuan tambahan dari unit K-9 Polda Bali juga akan diterjunkan.

“Tadi anjing pelacak sudah dikerahkan dari Polres Buleleng. Nanti dari Polda Bali juga akan membantu unit K-9,” tambahnya.

Ia berharap penyisiran intensif dapat mempercepat proses penemuan korban banjir bandang yang dinyatakan hilang.

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) sore akibat hujan deras menyebabkan empat warga Desa Banjar hanyut. 

Satu korban bernama Dewa Ketut Adi Suarjana, 55, sebelumnya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (6/3/2026) malam setelah terseret arus saat berusaha menyelamatkan mobilnya.

Sementara tiga korban lainnya berasal dari Dusun Ambengan, yakni Komang Suci, 44, bersama dua anaknya Putu Wini, 17, dan Kadek Wahyu, 12. Mereka dilaporkan hanyut setelah rumah mereka dihantam luapan air Tukad Mendaum. (*)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #meninggal #Banjar #tim sar #kalianget #banjir bandang #identitas #pencarian #ambengan #korban hilang #sampah #seririt #banjir #buleleng #sar #rsud buleleng