Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jaringan Air Bersih di 11 Desa Rusak Akibat Banjir Bandang Banjar, Perbaikan Diperkirakan Habiskan Ratusan Juta

Eka Prasetya • Rabu, 11 Maret 2026 | 06:52 WIB

 

ANTRE AIR BERSIH: Warga di Desa Banjar Tegeha masih mengantre air bersih. Pipa air minum di 11 desa rusak imbas banjir bandang.
ANTRE AIR BERSIH: Warga di Desa Banjar Tegeha masih mengantre air bersih. Pipa air minum di 11 desa rusak imbas banjir bandang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dampak banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan jaringan air bersih di sejumlah desa. 

Tercatat sedikitnya 11 desa mengalami gangguan pasokan air bersih akibat rusaknya jaringan distribusi milik BUMDes dan kelompok masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, perbaikan jaringan air bersih tersebut masih dalam tahap pendataan dan perhitungan kebutuhan anggaran.

Berdasarkan data sementara, estimasi biaya perbaikan jaringan air bersih di 11 desa terdampak mencapai sekitar Rp 712 juta.

“Sudah kami data berdasarkan usulan perbaikan jaringan dari desa-desa terdampak. Kami lihat RAB dari 11 desa ini sekitar Rp 712 juta,” ujar Suyasa, Selasa (10/3).

Namun demikian, ia menjelaskan penanganan kerusakan jaringan air bersih tidak sepenuhnya dapat ditangani oleh BPBD. 

Baca Juga: Banjir Bandang di Banjar Buleleng Tinggalkan Kerusakan di 11 Desa, Seorang Korban Masih Dalam Pencarian

Penyebabnya, sebagian jaringan tersebut merupakan aset milik desa, BUMDes, maupun kelompok masyarakat.

“BPBD sendiri penanganannya harus melihat aset. Kalau itu memang aset desa atau BUMDes tentu kami tidak bisa. Kalau itu aset milik kelompok masyarakat, ya bisa kami tangani. Tetapi kami tetap berusaha, tidak menutup kemungkinan ada cara lain untuk membantu,” jelasnya.

Sebagai solusi, BPBD Buleleng berencana mengoordinasikan perbaikan jaringan air bersih tersebut dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng, melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Bisa saja dialihkan ke PU lewat program Pamsimas untuk perbaikan, karena PU kan lebih ke infrastruktur. Mungkin mereka ada program di sana,” tambah Suyasa.

Selain itu, BPBD juga telah memetakan sejumlah kebutuhan penanganan pasca bencana yang akan diajukan ke BPBD Provinsi Bali, termasuk bantuan perbaikan rumah warga dan dukungan logistik.

Sementara menunggu bantuan lanjutan, penanganan darurat masih dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak. Bantuan sementara berasal dari stok logistik BPBD, Dinas Sosial, serta dukungan dari pihak ketiga.

Di sisi lain, kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak saat ini adalah bantuan bahan pokok. Pasalnya, sebagian masyarakat masih fokus membersihkan sisa material banjir sehingga belum dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Saat ini yang diperlukan sebenarnya sembako. Karena masyarakat yang terdampak itu juga tidak bisa bekerja, mereka masih fokus melakukan pembersihan. Jadi harapannya bisa didroping dulu,” tandas Suyasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang yang melanda Kecamatan Banjar menyebabkan kerusakan di 11 desa, merusak puluhan rumah warga serta jaringan air bersih. Bencana tersebut juga menelan empat korban jiwa, dengan tiga korban telah ditemukan dan satu orang masih dalam proses pencarian. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #badan penanggulangan bencana daerah #pamsimas #air #rumah #anggaran #aset #air bersih #Banjar #desa #banjir bandang #Jaringan Air Bersih #bpbd #buleleng #bumdes