SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng hingga kini belum menetapkan status darurat bencana pasca banjir bandang yang menerjang Kecamatan Banjar.
Di tengah upaya penanganan yang masih berlangsung, pemerintah daerah mulai menggandeng dunia usaha untuk membantu proses pemulihan pasca bencana.
Langkah tersebut terlihat dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pasca Bencana antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Rapat dipimpin Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra di Ruang Rapat Kantor Bappeda Buleleng, Kamis (12/3/2026).
Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna serta Ketua Tim Fasilitasi TJSLP Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni.
Dalam pertemuan itu pemerintah mengajak perusahaan dan industri di Buleleng ikut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar.
Ketua Tim Fasilitasi TJSLP Buleleng, Ayu Reika Nurhaeni menjelaskan, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3) malam menimbulkan kerusakan cukup besar. Tercatat sedikitnya 12 desa terdampak bencana.
Selain merusak 31 rumah warga, fasilitas pendidikan, serta sejumlah pura, bencana tersebut juga menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban hingga kini masih dalam proses pencarian.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan pemerintah daerah masih terus melakukan berbagai langkah pemulihan, khususnya di Kecamatan Banjar yang mengalami dampak paling parah.
Upaya tersebut meliputi pencarian korban yang masih hilang, pembersihan material lumpur dan kayu yang terbawa arus banjir, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
“Pembersihan ini yang berat oleh karena itu besok kami mengerahkan teman-teman ASN. Untuk pencarian korban yang masih belum ketemu, kami akan bernegosiasi dengan Basarnas untuk memperpanjang pencarian, serta kami terus upayakan memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan peralatan dan besarnya dampak bencana, pemerintah daerah menilai dukungan dari sektor swasta sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan.
Bupati Sutjidra pun mengajak dunia usaha di Kabupaten Buleleng untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang.
“Sekecil apapun bantuannya pasti akan berguna bagi saudara-saudara kita di Banjar,” terangnya.
Ia juga mendorong para pelaku usaha dan industri untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan agar dapat melihat secara nyata dampak kerusakan yang terjadi.
Sejumlah perwakilan perusahaan yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi bencana dan menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Sebelumnya, pemerintah daerah menyatakan masih melakukan kajian sebelum menetapkan status darurat bencana, meski penanganan di lapangan dilakukan dengan pola seperti kondisi tanggap darurat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya