SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Polres Buleleng menyiapkan lima strategi utama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Buleleng, Bali.
Operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026).
Dalam operasi tersebut, Polres Buleleng mengerahkan ratusan personel yang akan disebar di sejumlah titik strategis.
Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman mengatakan, sedikitnya 241 orang personel internal dari Polres dan Polsek jajaran dilibatkan dalam operasi tersebut. Jumlah itu juga diperkuat oleh personel dari instansi terkait serta unsur potensi masyarakat.
“Ada strategi khusus yang kami terapkan yakni saat mudik, Hari Suci Nyepi, Hari Raya Idul Fitri, libur, dan arus balik. Strategi ini kami kedepankan dan kerjakan selama Ops Ketupat 2026,” ungkap Ruzi usai apel kesiapan pasukan di Taman Kota Singaraja pada Kamis (12/3/2026) sore.
Menurutnya, strategi tersebut difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga arus balik, termasuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan tertib.
Selain itu, Polres Buleleng juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesepakatan pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemerintah daerah, serta majelis keagamaan. Saat ini, sosialisasi terus dilakukan hingga ke tingkat masyarakat.
AKBP Ruzi Gusman menjelaskan, sesuai kesepakatan bersama, pelaksanaan takbiran dilakukan di rumah masing-masing tanpa menggunakan pengeras suara dan dengan penerangan secukupnya.
Ia berharap umat Muslim yang merayakan Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026) dapat memahami dan memaklumi kesepakatan tersebut demi menjaga keharmonisan antar umat beragama.
“Intinya jaga kerukunan dan hormati antar umat beragama,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan, beririsan antara Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri bukanlah hal baru. Kondisi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.
Karena itu Pemkab Buleleng berharap masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik sekaligus menjaga sikap saling menghormati antar umat beragama.
Menurut Supriatna, berbagai upaya juga dilakukan pemerintah daerah melalui kegiatan Safari Ramadan untuk mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kondusifitas wilayah selama perayaan hari besar keagamaan.
“Masyarakat sudah mengerti dan saling menghargai hari raya masing-masing. Nanti penjagaan sipeng, selalu ada sinergi selain TNI dan Polri, juga pecalang serta Banser dan Kokam,” katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya