SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ribuan kepala keluarga (KK) di Desa Mayong, Kecamatan Seririt, serta Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, masih bergulat dengan krisis air bersih.
Krisis air bersih itu merupakan dampak banjir bandang yang menerjang kawasan hulu Tukad Mendaum pada Maret 2026 lalu.
Jaringan pipa air bersih rusak dan hanyut diterjang air bah. Alhasil pasokan air ke pemukiman warga hingga kini masih terhenti.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng sebenarnya telah melakukan penanganan darurat dengan menyuplai air bersih secara berkala.
Distribusi air bersih dilakukan sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Senin (23/3/2026), dengan fokus pada wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menyebut penyaluran air masih terus berlangsung secara bertahap menyesuaikan kebutuhan warga di lapangan.
"Sampai saat ini pendistribusian air bersih masih kami laksanakan di Desa Mayong dan Desa Tirtasari. Distribusi kami lakukan bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan," ujarnya.
Di Desa Tirtasari, bantuan air disalurkan ke Banjar Dinas Dauh Margi dan Banjar Dinas Dangin Margi dengan volume antara 5.000 hingga 10.000 liter.
Sementara di Desa Mayong, khususnya Banjar Dinas Siwa, distribusi mencapai sekitar 5.000 liter.
BPBD memperkirakan penyaluran air bersih masih akan berlanjut dalam beberapa hari kedepan, sembari menunggu perbaikan jaringan pipa rampung dan suplai kembali normal.
Perbekel Mayong, Made Astawa mengungkapkan, proses perbaikan jaringan pipa masih terus dikebut dengan memanfaatkan peralatan yang ada. Untuk sementara, kebutuhan air warga dipenuhi melalui mobil tangki keliling.
"Perbaikan pipa masih berjalan. Saat ini masih dibantu dengan pam keliling. Yang paling parah di Dusun Mayong, dekat wilayah Busungbiu, belum sepenuhnya terakses," jelasnya.
Dari total enam dusun di Desa Mayong, sebagian besar kini mulai mendapatkan kembali pasokan air bersih.
Namun, sekitar 30 KK di Dusun Mayong masih belum terlayani secara optimal akibat kerusakan yang cukup parah.
Kerusakan jaringan pipa disebut terjadi mulai dari sumber air di wilayah Gobleg hingga Tirtasari dengan panjang mencapai sekitar 8 kilometer. Perbaikan sementara saat ini masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
"Kami sudah ajukan permohonan bantuan dan masih koordinasi dengan Dinas PUPR dan BPBD. Sementara ini dikerjakan swadaya," pungkas Astawa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya