Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Relokasi Anak Asuh Panti Ganesha Sevanam Berlanjut, Delapan Anak Ditampung di Narayan Seva

Eka Prasetya • Senin, 13 April 2026 | 10:00 WIB
RELOKASI: Proses relokasi anak asuh Panti Asuhan Ganesha Sevanam, pada Minggu (5/4/2026) lalu. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
RELOKASI: Proses relokasi anak asuh Panti Asuhan Ganesha Sevanam, pada Minggu (5/4/2026) lalu. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Proses pemulihan anak asuh pasca pembekuan operasional Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Desa Jagaraga, terus berjalan. 

Hingga Minggu (12/4/2026), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng mencatat adanya perkembangan dalam proses relokasi dan penanganan anak-anak terdampak.

Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengungkapkan jumlah anak yang dipindahkan ke Panti Asuhan Narayan Seva di Desa Kerobokan kini bertambah menjadi delapan orang. Sebelumnya, hanya empat anak yang ditempatkan di panti tersebut.

“Awalnya ada empat anak di Narayan Seva, sekarang bertambah lagi menjadi total delapan orang. Sedangkan lainnya masih kami komunikasikan dengan keluarga,” ungkap Kariaman.

Penambahan ini terjadi setelah beberapa keluarga yang sempat membawa pulang anaknya mulai kembali menyerahkan pengasuhan kepada pemerintah. Sementara itu, sebanyak 12 anak lainnya masih berada bersama keluarga masing-masing.

Dinsos P3A Buleleng kini terus melakukan komunikasi intensif dengan keluarga untuk memastikan pola pengasuhan terbaik, termasuk kemungkinan relokasi ke panti lain jika dibutuhkan.

Kariaman menegaskan, keputusan keluarga tetap menjadi pertimbangan utama. Namun, pemerintah tetap memberi perhatian serius pada aspek perlindungan anak dan keberlanjutan pendidikan.

“Pertimbangan kami adalah penguatan perlindungan anak. Jika memang keluarga tidak berkenan anak dipindahkan ke Narayan Seva, kami tetap bertanggung jawab memfasilitasi proses perpindahan sekolah mereka agar pendidikannya tidak terputus,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya juga menjembatani komunikasi dengan sekolah tujuan guna memastikan proses administrasi berjalan lancar tanpa membebani kondisi psikologis anak.

Di sisi lain, penanganan terhadap anak-anak yang berstatus saksi korban juga terus dilakukan. 

Sebanyak delapan anak yang saat ini berada di rumah aman Pemkab Buleleng mendapatkan pendampingan intensif dari tim psikolog guna memulihkan trauma pasca kejadian.

Selain itu, dua anak asuh yang masih bertahan di Panti Asuhan Ganesha Sevanam juga menjadi perhatian khusus. 

Proses relokasi keduanya masih terkendala kondisi psikologis, terutama karena adanya ketergantungan antara kakak dan adik.

“Keduanya perlu pendampingan khusus. Sang kakak belum sepenuhnya terbuka. Kami terus libatkan orang tua dan psikolog. Prinsipnya, jika kakaknya sudah merasa siap dan nyaman untuk pindah panti, adiknya pasti akan ikut,” jelas Kariaman.

Terkait kesiapan lokasi relokasi, Dinsos memastikan Panti Asuhan Narayan Seva telah memenuhi standar kelayakan. Kebutuhan dasar anak, mulai dari konsumsi hingga perlengkapan harian, dipastikan tercukupi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, relokasi anak asuh dilakukan menyusul dugaan kasus kekerasan fisik dan seksual di Panti Asuhan Ganesha Sevanam. 

Dalam kasus tersebut, polisi telah menetapkan I Made Wijaya alias Wijaya Dangin sebagai tersangka.

Pemkab Buleleng kemudian membekukan operasional panti melalui SK Bupati Buleleng Nomor 100.3.3.2/261/HK/2026 tertanggal 2 April 2026. 

Proses relokasi dilakukan pada Minggu (5/4/2026) dengan rincian 16 anak diasuh keluarga, 4 anak dipindahkan ke Narayan Seva, 2 anak tetap di panti, dan 8 anak ditempatkan di rumah aman. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#panti asuhan #Anak Asuh #kekerasan #buleleng