Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sampah Organik Dilarang Masuk TPA Bengkala, Buleleng Genjot Pengelolaan dari Sumber

Francelino Junior • Jumat, 17 April 2026 | 09:29 WIB
OVERLOAD: Kondisi di TPA Bengkala. Timbunan sampah di TPA tersebut sudah overload, sehingga memaksa pemerintah melakukan kebijakan pemilahan sampah berbasis sumber. (Pemkab Buleleng)
OVERLOAD: Kondisi di TPA Bengkala. Timbunan sampah di TPA tersebut sudah overload, sehingga memaksa pemerintah melakukan kebijakan pemilahan sampah berbasis sumber. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng ikut memperketat pengelolaan sampah. Kini sampah organik tak boleh lagi dibawa ke TPA Bengkala.

Kebijakan tersebut diikuti dengan penguatan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) untuk menekan beban TPA yang terus meningkat.

Data menunjukkan, volume sampah yang masuk ke TPA Bengkala mencapai rata-rata 450 meter kubik per hari. 

Ironisnya, mayoritas sampah tersebut justru berupa sampah organik, mencapai 73 persen. Sementara sampah plastik dan residu hanya sekitar 17 persen.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari sumbernya.

“Kalau sampah organik ini bisa dikelola dengan baik melalui sistem berbasis sumber, astungkara Buleleng pasti akan bersih,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, aturan larangan tersebut masih dalam tahap sosialisasi selama tiga bulan ke depan. 

Namun, pemerintah telah menyiapkan sanksi tegas berupa denda Rp 250 ribu bagi pelanggar sesuai peraturan daerah.

Di lapangan, masih ditemukan kendala. Salah satunya, sampah yang sudah dipilah masyarakat kembali tercampur saat proses pengangkutan.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Buleleng menerapkan skema “angkut dan tidak angkut”. Artinya, hanya sampah yang sudah dipilah dengan benar yang akan diangkut ke TPA.

Menurut Sutjidra, kesadaran masyarakat mulai meningkat. Namun, upaya edukasi tetap harus diperkuat agar pemilahan dan pengelolaan sampah berbasis sumber bisa berjalan optimal.

“Kesadaran masyarakat sudah meningkat. Tinggal kita dorong pemilahan dan pengelolaan dari sumbernya,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#tpa bengkala #pemkab buleleng #sampah organik #sampah #buleleng