Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

BRIN Kaji Pengelolaan Sampah di Buleleng, TPS3R Baktiseraga Jadi Lokasi Percontohan

Eka Prasetya • Jumat, 17 April 2026 | 16:14 WIB
LIHAT PENGELOLAAN SAMPAH: Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan ke TPS3R Baktiseraga untuk mempelajari pola pengelolaan sampah di lokasi tersebut. (Pemkab Buleleng)
LIHAT PENGELOLAAN SAMPAH: Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan ke TPS3R Baktiseraga untuk mempelajari pola pengelolaan sampah di lokasi tersebut. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turun ke Buleleng untuk mengkaji pengelolaan sampah. 

Salah satu lokasi yang disasar adalah TPS3R Desa Baktiseraga, yang dinilai memiliki sistem pengolahan cukup baik dan stabil.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kajian implementasi program Gerakan Bali Bersih Sampah yang dilakukan di sejumlah daerah di Bali.

Analis Kebijakan BRIN, Argo Nugroho, mengatakan kajian ini bertujuan mengumpulkan data lapangan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sampah di tingkat hulu hingga hilir.

“Bali memiliki tantangan yang lebih kompleks karena selain isu kesehatan dan kebersihan, juga menyangkut wajah global pariwisata. Oleh karena itu, pengelolaan sampah menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Menurutnya, Buleleng dipilih karena mewakili karakter wilayah pesisir utara dengan kondisi pedesaan. 

Data dari lokasi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan aplikatif.

Sebelum turun ke lapangan, tim BRIN juga telah berdiskusi dengan berbagai pihak, mulai dari OPD, pemerintah desa, pengelola TPS3R hingga pengelola pasar. 

Salah satu fokus utama adalah pentingnya penanganan sampah dari hulu, terutama melalui edukasi pemilahan sampah di tingkat masyarakat.

Saat meninjau TPS3R Baktiseraga, BRIN menilai pengelolaan sampah organik sudah berjalan optimal. 

Pengelola bahkan telah memanfaatkan teknologi, termasuk alat hibah, untuk mengolah sampah menjadi kompos.

“Kompos yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk operasional TPS3R, tetapi juga memberi tambahan insentif bagi pekerja,” tambah Argo.

Meski demikian, BRIN melihat masih ada peluang pengembangan, terutama dalam peningkatan kapasitas layanan. 

Perluasan cakupan wilayah dan penambahan fasilitas dinilai penting agar manfaat pengelolaan sampah bisa dirasakan lebih luas.

Ke depan, BRIN mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup di tingkat kabupaten. Dukungan anggaran, sumber daya manusia, hingga teknologi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Melalui kajian ini, BRIN berharap dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga bisa langsung diterapkan untuk mendukung Bali yang bersih. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#BRIN #sampah #buleleng #TPS3R