Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Densus 88 Turun ke Buleleng, Ingatkan Bahaya Bullying hingga Radikalisme di Kalangan Pelajar

Francelino Junior • Kamis, 23 April 2026 | 08:09 WIB
SOSIALISASI: Sosialisasi Densus 88 di SMPN 1 Sukasada terkait radikalisme. (Polres Buleleng)
SOSIALISASI: Sosialisasi Densus 88 di SMPN 1 Sukasada terkait radikalisme. (Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menyambangi SMPN 1 Sukasada, Rabu (22/4/2026). 

Kedatangan tim bukan terkait ancaman keamanan, melainkan memberikan edukasi kepada pelajar di Buleleng tentang pencegahan kekerasan serta bahaya masuknya paham radikalisme sejak dini.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan siswa dari seluruh kelas yang didampingi guru. Sosialisasi difokuskan pada peningkatan kesadaran pelajar terhadap risiko perundungan (bullying), kekerasan, hingga potensi penyusupan ideologi radikal.

Dalam pemaparannya, Densus 88 menekankan bahwa bullying bukan sekadar persoalan sepele. 

Dampaknya bisa memicu tekanan mental, stres berkepanjangan, hingga munculnya rasa dendam pada korban. 

Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk memengaruhi anak dengan paham menyimpang.

”Sering kali anak yang menjadi korban bullying, merasa tidak berani menyampaikan kepada orang tua. Mereka justru melampiaskan melalui media sosial atau permainan online, bahkan berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal,” ungkap Plh. Kasatgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Sri Astuti Ningsih.

Ia menjelaskan, anak yang mulai terpapar paham radikal cenderung memiliki pola pikir ekstrem, termasuk keinginan membalas perlakuan dengan kekerasan. Situasi ini membuat mereka rentan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.

Sebagai contoh, ia menyebut pernah terjadi kasus di Jakarta, di mana pelajar menjadi target pendekatan kelompok radikal melalui platform digital.

Karena itu, peran orang tua, sekolah, dan lingkungan dinilai sangat krusial dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan anak-anak.

”Jika ada perubahan perilaku pada anak, segera lakukan pendekatan dan ajak komunikasi. Jangan sampai ada pihak luar yang lebih dulu masuk dan mempengaruhi dengan paham yang menyimpang,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#pelajar #SMPN 1 Sukasada #densus 88 #polri #buleleng